Tips Perawatan Burung Ciblek Jarang Bunyi

  • Whatsapp

Banyak yang suka dengan burung ciblek karena suaranya yang lantang. Selain itu, ciblek juga punya suara tembakan ‘ngebren’ yang khas. Tapi bagaimana jika ciblek yang sudah lama dipelihara tak kunjung gacor? Bahkan selama dirawat pun burung hanya sesekali bunyi saja. Untuk mengatasinya, simak tips perawatan burung ciblek yang jarang bunyi berikut ini.

Secara umum, penyebab ciblek jarang bunyi meski sudah dirawat cukup lama adalah faktor rawatan yang kurang tepat yang membuat ciblek tidak mencapai kondisi birahinya. Selain itu, bisa juga masalah ini disebabkan oleh hal lain misalnya burung yang ternyata berjenis kelamin betina atau adanya gangguan pada organ suaranya.

Untuk mengembalikan kondisinya dan agar ciblek tersebut bisa kembali rajin bunyi dan gacor, maka perubahan terhadap perawatan hariannya harus mulai dilakukan. Perubahan tersebut meliputi pemberian pakan, mandi dan jemurnya.

Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah menyediakan suplemen vitamin khusus yang dapat membantu mendongkrak stamina dan mental burung setiap hari. Hal ini perlu dilakukan mengingat kondisi birahinya hanya bisa meningkat jika burung memiliki stamina dan mental yang lebih baik.

Ada tiga metode mendongkrak birahi ciblek yang dapat merangsang burung jadi lebih rajin bunyi dan gacor, yaitu:

  • Memberikan pakan tinggi protein dengan lebih rutin.
  • Ditempel dengan burung betina yang sudah lenjeh agar terpancing birahinya.
  • Memberikan suplemen vitamin khusus.

Kebutuhan protein untuk burung ciblek 

Ciblek adalah burung petarung murni atau real fighter, karakternya pun sangat agresif dan teritorial terutama kepada sesama jenisnya. Karena sifatnya yang atraktif tersebut, ciblek membutuhkan asupan pakan yang kaya protein agar bisa beraktivitas sepanjang hari.

Baca:   Mengenal burung lovebird

Pakan kaya protein tersebut bisa didapatkan dari pakan utama (voer) maupun pakan ekstra yang terdiri dari macam-macam serangga seperti kroto, jangkrik, ulat hongkong, ulat kandang, dan sebagainya. Jika kebutuhan pakan tersebut tidak / kurang terpenuhi, maka burung akan menjadi kurang aktif dan cenderung malas beraktivitas termasuk malas bunyi.

Perawatan ciblek yang jarang bunyi tersebut maka harus dilakukan perubahan total terhadap pola pakannya. Jika selama ini burung diberikan pakan seadanya atau pakan kiloan saja, maka untuk mendongkrak birahi, mental, dan staminanya pemberian pakan harus mulai diperhatikan.

Untuk melengkapi kebutuhan hariannya, ciblek diberikan juga pakan ekstra seperti jangkrik, kroto, dan ulat hongkong warna putih setiap pagi dan sore hari dan juga berikan voer khusus setiap harinya.

Memancing birahi dengan betina 

Jika ciblek rawatan lama yang jarang bunyi itu sudah berumur mapan atau dewasa, maka langkah berikut bisa membantu memancing birahinya agar lebih rajin bunyi yaitu menyiapkan ciblek betina yang sudah lenjeh (jinak dan rajin bunyi / memanggil-manggil).

Dekatkan ciblek yang jarang bunyi tersebut dengan burung betina setiap pagi, terutama saat dimandikan dan dijemur. Pada siang hari hingga sore, ciblek betina dipisahkan hingga hanya terdengar suaranya saja atau bisa juga diberikan kerodong / sekat agar burung tidak saling lihat.

Pada sore harinya, saat akan memberikan pakan ekstra (EF) ciblek kembali didekatkan dengan burung betina. Adapun alternatif jika tidak ada burung betina, bisa diputarkan audio rekaman ciblek betina yang sedang memanggil-manggil jantan / suara call. Namun tentu saja, pemutaran audio tersebut dirasa kurang efektif dibandingkan dengan menyediakan burung betina yang asli.

Memberikan Multivitamin

Selain memenuhi kebutuhan protein burung ciblek setiap harinya, kebutuhan vitamin dan mineralnya pun harus juga mendapat perhatian khususnya jika ingin ciblek selalu bersemangat dan aktif bunyi setiap hari. Kebutuhan vitamin dan mineralnya bisa dilakukan dengan menyediakan suplemen khusus untuk burung.

Itulah beberapa tips merawat burung ciblek yang jarang bunyi.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *