Tips Memilih dan Merawat Murai Batu Kalimantan

  • Whatsapp

Murai batu kalimantan masih memiliki banyak penggemarnya. Selain gaya bertarungnya yang unik, murai batu kalimantan dikenal dengan suara kicauannya yang keras dan penuh tembakan-tembakan garang, sehingga sangat disukai sebagian kicaumania. Berikut tips memilih dan merawat murai batu kalimantan.

Tak bisa dipungkiri, murai batu asal Kalimantan merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di pasar-pasar burung. Jika kurang teliti memilihnya, kita akan mendapatkan murai batu kalimantan meski si penjual menyebutnya sebagai murai sumatera.

Tapi tidak semudah itu memilih burung yang bagus, terutama yang memiliki prospek sebagai burung rumahan dan lomba yang rajin berkicau. Walaupun jenis murai batu ini dikenal tahan stres dan cepat bunyi, tapi jika tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya maka burung akan susah untuk gacornya.

Memelihara murai batu kalimantan agar rajin bunyi dan cepat gacor maka pilihlah burung yang sudah memiliki mental cukup baik,. Ada beberapa ciri-ciri murai batu kalimantan yang prospek dan bermental bagus, yaitu:

  • Warna bulu dada terlihat lebih terang atau coklat muda, hal ini menandakan bahwa burung memiliki mental dan sifat fighter yang lebih baik.
  • Murai batu kalimantan yang memiliki kaki-kaki berwarna gelap dianggap memiliki mental dan daya tarung yang sangat baik.
  • Pilih burung dengan bentuk kepala papak, sorot mata tajam, dan berkicau dengan paruh terbuka lebar menandakan murai batu akan cenderung bersuara tajam dan penuh power.
  • Burung yang memiliki leher besar dan lebar juga dianggap akan mempunya volume suara yang lebih lantang (penuh power).

Setelah mendapatkan burung murai batu kalimantan pilihan, langkah selanjutnya adalah memberikan perawatan yang tepat dan sesuai karakter. Berikut beberapa pola rawatan yang bisa diterapkan agar murai batu kalimantan tambah aktif, sehat, dan gacor.

  • Pengembunan dilakukan dengan lebih rutin setiap pagi, dan saat burung sedang diembunkan berikan satu sendok kroto yang ditempatkan dalam cepuk kecil terpisah.

    Mandikan burung setelah matahari terbit dengan cara mandi karamba atau disemprot sprayer hingga basah kuyup, selesai dimandikan burung langsung diangin-anginkan sambil diberikan pakan EF berupa 5 ekor jangkrik dan 1 ekor ulat hongkong / ulat jerman.

  • Penjemuran dilakukan selama 1-2 jam dan dilakukan dengan cara meletakkan sangkarnya di lantai / tidak digantung. Hal ini dapat membantu menumbuhkan mental burung terlebih jika lokasi menjemur berada di tempat yang ramai.
  • Kroto diberikan setiap hari dengan rutin, dan diberikan dengan menggunakan cepuk terpisah.
  • Berikan multivitamin  untuk menjaga stamina, daya tahan, sekaligus menjadikan burung makin rajin bunyi dan bermental bagus.
  • Karakter vokal murai batu kalimantan adalah suara tembakan yang ngebas dan cenderung kasar, oleh karena itu pemasteran dengan suara yang tepat bisa menjadikan burung lebih rajin bunyi dan gacor. Pemasteran bisa menggunakan suara-suara burung berkarakter nembak-nembak seperti cililin, tengkek buto, kapas tembak, lovebird, walang kecek, dan sebagainya.
  • Selalu menjaga kebersihan sangkar dan lingkungan sekitar sangkarnya dapat membantu menjaga kondisi murai batu kalimantan tetap sehat, fit, dan aktif sehingga burung akan selalu bersemangat untuk terus berbunyi.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *