Perawatan Murai Batu Tua Agar Tetap Prestasi

  • Whatsapp

Rentang hidup burung murai batu di alam liar umumnya berlangsung selama 7-8 tahun, sedangkan burung yang sengaja dipelihara atau ditangkar mampu hidup lebih panjang lagi. Di kalangan penghobinya, murai batu yang sudah tua pun masih cukup layak untuk dilombakan, bahkan tak sedikit yang kerap menyandang predikat jawara karena umur mapannya itu. Lalu, bagaimanakah perawatan murai batu tua agar tetap prestasi? Simak caranya berikut ini.

Dalam perawatan manusia, murai batu bisa berumur lebih panjang karena adanya faktor perawatan, termasuk kualitas pakan dan manajemen kesehatan yang diterapkan. Namun kunci utama hingga burung berumur panjang adalah kekonsistenan pemiliknya dalam menerapkan perawatan harian dan lain sebagainya.

Murai batu yang sudah tua umumnya memiliki birahi yang cenderung lebih stabil dan tahan banting sehingga tidak terlalu merepotkan dalam perawatan harian dan lomba. Kondisi ini pun bisa dijumpai di arena lomba, di mana burung tua akan dengan cepat menguasai lapangan.

Untuk menjaga kualitas suara, penampilan dan stamina burung murai batu yang sudah tua tersebut, maka beberapa pola rawatan berikut ini bisa diterapkan:

  • Setiap pagi, burung dikeluarkan untuk diangin-anginkan lalu berikan kroto sebanyak satu sendok teh.
  • Mandikan burung setelah pukul 07:00.
  • Selesai mandi, burung kembali diangin-anginkan lalu berikan 3 ekor jangkrik.
  • Tambahkan multivitamin Sup Plus Bird ke dalam air minumnya karena sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi stamina dan daya tahan burung sepanjang hari.
  • Setelah bulu kering, burung dilepas ke dalam kandang umbaran sampai pukul 10:00 – 11:30.
  • Siang hingga sore harinya, burung digantungkan di tempat teduh dan sedikit berangin.
  • Pada sore hari, burung kembali diberikan jangkrik sebanyak 3 ekor.
  • Menjelang petang, sangkarnya diberikan full kerodong lalu burung dibiarkan beristirahat sampai esok harinya.

Sedangkan jika murai batu tersebut sering dilombakan, maka perawatan sebelum lomba yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:

  • Perawatan lomba sudah dimulai sejak tiga hari sebelum dilombakan atau H-3.
  • Porsi jangkrik mulai ditingkatkan menjadi 5 ekor pagi dan sore hari.
  • Sore harinya, burung dimandikan lalu diangin-anginkan.
  • Pada H-1 atau satu hari sebelum lomba, pemberian jangkrik mulai ditingkatkan setiap waktunya atau pakan jangkrik harus selalu ada setiap saat, bisa juga setiap satu jam sekali diberikan jangkrik 1- 2 ekor.
  • Sore hairnya mandi tetap diberikan setelah itu diangin-anginkan di tempat sejuk.
  • Pagi hari di hari-H, murai batu mendapatkan pakan 3 ekor jangkrik dan 3 ekor ulat bambu.
  • Tambahkan juga suplemen vitamin ke dalam air minumnya sebelum dibawa ke lapangan.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *