Penyebab Bulu Ekor Burung Tidak Tumbuh dan Cara Mengatasinya

  • Whatsapp

Burung yang bondol atau kehilangan bulu ekor akan membuat penampilannya jadi kurang menarik. Biasanya, bulu ekor yang rontok disebabkan oleh burung yang sedang mabung, atau bisa juga karena sebab lain. Berikut penyebab bulu ekor burung tidak tumbuh dan cara mengatasinya.

Ada beberapa penyebab mengapa bulu ekor tak juga mau tumbuh meskipun burung tersebut sudah dirawat cukup lama, di antaranya adalah:

Pori-pori bulu tersumbat oleh jamur maupun gumpalan darah kering.
Ada patahan / sisa bulu di pangkal bulu yang menyebabkan bulu baru tidak dapat tumbuh.
Burung yang alami kekurangan kalsium sehingga tidak mampu menumbuhkan bulu baru.

Cara mengatasi bulu ekor tidak tumbuh

Pori-pori bulu yang tersumbat bisa menghambat pertumbuhan tunas bulu baru. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya gumpalan darah kering yang terjadi setelah bulu ekor dicabut paksa atau tidak dengan cara yang tepat sehingga merobek kulit dan menyebabkan pendarahan.

Penyumbatan pori-pori bulu bisa juga terjadi karena adanya infeksi jamur. Untuk itu dibutuh penanganan dengan cara yang tepat agar nantinya bulu baru bisa tumbuh sempurna.

Untuk mengatasi bulu ekor yang tidak mau tumbuh tentu diperlukan penanganan yang tepat, misalnya membersihkan kulit di sekitar pangkal ekor yang tidak mau tumbuh bulu tersebut dengan cara:

  • Siapkan wadah atau mangkuk yang berisi air hangat (hangat-hangat kuku).
  • Singkapkan bulu-bulu yang menutupi kulit di area pangkal ekornya, setelah itu celupkan pangkal ekor ke dalam air hangat di dalam mangkuk tersebut.
  • Dengan posisi kulit / pangkal ekor masih tercelup di air, bersihkan area kulitnya dengan menggunakan jari. Lakukan secara hati-hati agar tidak membuat kulit burung lecet atau luka.
  • Bersihkan kulit yang tidak mau tumbuh bulu tersebut dengan cara menggosokan jari secara perlahan.

Selain itu, untuk memberikan asupan kalsium jika burung alami kekurangan kalsium penyebab bulu tidak tumbuh bisa dilakukan dengan mencampurkan tumbukan kulit telut atau tulang sotong ke dalam pakan hariannya.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *