Cara Ternak Puyuh

  • Whatsapp
cara ternak puyuh

Berbicara mengenai ternak puyuh, tahukah kamu apa itu sebenarnya burung puyuh? Burung Puyuh atau dalam bahasa Jawa seringkali disebut “Gemak” adalah burung liar yang awalnya diternakkan di kawasan Amerika pada tahun 1870, lalu berkembang ke berbagai penjuru dunia.

Berbagai keuntungan dalam membudidayakan burung puyuh yaitu daging dan telurnya yang dapat dikonsumsi atau dijual serta burung puyuh yang telah afkir bisa dijual pula ke peternak burung puyuh pedaging. Sedangkan kotorannya bisa dijadikan pupuk.

Jika kamu ingin memulai usaha budidaya puyuh, maka kamu harus mengetahui cara beternak puyuh petelur yang benar berikut ini.

Daftar Isi

 

Cara Ternak Puyuh Petelur

Syarat dan langkah pertama dalam berternak burung puyuh tidak boleh kamu sepelekan, karena hal ini merupakan pondasi penting untuk membangun sebuah bisnis ternak puyuh yang sukses.

Tentunya poin-poin penting lain harus kamu persiapkan agar puyuh tidak mati dan bisa tumbuh produktif dengan kualitas baik. Berikut ini ulasan lengkapnya:

1. Standar Lokasi Ternak Puyuh Petelur

Syarat pertama yaitu lokasi ternah burung puyuh. Mengenai lokasi budidaya burung puyuh ini tidak jauh berbeda dengan budidaya ternak unggas lain.

Pada umumnya, syarat lokasi untuk ternak burung puyuh petelur antara lain:

  • Lokasi peternakan sebaiknya jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
  • Lokasi budidaya merupakan wilayah strategis dan bisa dijangkau oleh moda transportasi, bebas banjir dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
  • Lokasi budidaya bukan merupakan daerah endemik penyakit.

2. Standar Kandang Puyuh Petelur

Hal-hal yang sangat perlu untuk kamu perhatikan dalam budidaya ternak puyuh petelur yaitu kandang untuk puyuh petelur.

  • Syarat untuk kandang puyuh petelur diantaranya seperti suhu berkisar 20-25oC, kelembapan berkisar antara 30% hingga 80%,
  • Untuk pencahayaan yang dibutuhkan yaitu penyinaran di siang hari berkisar antara 25-40 watt, sedangkan pada malam hari sekitar 40-60 watt.
  • Jangan lupa pula, kamu perlu memperhatikan arah sinar matahari agar kandang cukup cahaya matahari saat pagi hari.
  • Model kandang burung puyuh terdapaat 2 macam, yaitu sistem litter yang berlantai sekam dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang juga harus kamu sesuaikan dengan umur burung puyuh yang akan kamu budidayakan.
  • Ketika burung puyuh masih bibit, maka 1 m2 kandang puyuh petelur bisa diisi sekitar 90-100 ekor puyuh.
  • Jika umur burung puyuh 10 hari sampai lepas anakan, maka 1 m2 kandang puyuh petelur dapat diisi 60 ekor. Kemudian dikurangi menjadi 40 ekor/m2 sampai bertelur.
  • Mengenai ukuran, ukuran ideal kandang puyuh petelur yaitu 200 cm, dengan rincian tinggi kandang 30-35 cm, lebar 75 cm.
  • Tinggi kolong kandang berkisar antara 30-40 cm, sedangkan untuk pintu kandang puyuh petelur sebaiknya berukuran 17 cm x 17 cm.
  • Jika kandang puyuh petelur bertingkat, sebaiknya kamu menambahkan dropping board, dimana hal ini berfungsi untuk menampung kotoran-kotoran burung puyuh.
  • Untuk bahan bahan baku pembuatan kandang puyuh petelur, kamu bisa menggunakan kayu, bambu, dan kawat kasa (ram) sebagai dindingnya.
  • Usahakan untuk atap kandang puyuh petelur kamu menggunakan bahan khusus, dimana bahan tersebut terbuat dari bahan yang mampu meredam panas misalnya genting.
  • Sedangkan untuk lantai bisa disusun dari bata merah atau campuran pasir, semen dan kapur.

3. Syarat Bibit Puyuh Petelur Yang Baik

Langkah yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah pemilihan bibit, bibit yang bagus pastinya akan mendorong produksi telur yang maksimal dan berkualitas.

Dalam berbudidaya puyuh ini, untuk dapat menghasilkan bibit puyuh petelur yang baik dan berkualitas, maka harus disesuaikan pula dengan tujuan budidaya burung puyuh tersebut.

Untuk membeli bibit yang bagus, sebaiknya kamu membeli pada toko atau tempat penjualan bibit yang sudah terpercaya.

Pilihlah bibit dalam masa produktif yang umurnya tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda, yaitu sekitar umur 3 minggu, karena umur puyuh juga menjadi hal yang sangat mempengaruhi hasil produksinya.

Jadi, sebaiknya hindari bibit yang sudah tua karena bibit tersebut pasti peluang produksi telurnya sudah berkurang.

Agar lebih mudah, kamu bisa mengetahui ciri-ciri bibit puyuh yang bagus berikut ini:

  • Lincah dan aktif bergerak, apabila bibit yang akan kamu beli diam saja atau tidak lincah, kemungkinan bibit puyuh tersebut sedang terserang penyakit.
  • Bentuk tubuh si burung simetris, sempurna, dimana anggota tubuhnya lengkap.
  • Warna bulunya cerah dan tidak kusam. Untuk puyuh petelur pastinya yang kita butuhkan yaitu bibit yang betina, bukan jantan. Jadi, kamu harus mengetahui cara membedakannya.

Cara membedakan puyuh jantan dan betina adalah sebagai berikut:

  • Pada bibit burung puyuh jantan memiliki benjolan di bagian pantat seperti kelereng. Sedangkan pada burung puyuh betina pantatnya tidak terdapat benjolan.
  • Bulu dada pada burung puyuh betina berwarna sawo matang dan ada garis atau bercak hitam. Sementara pada burung puyuh jantan di dadanya tidak memiliki garis atau bercak hitam.
  • Cara paling mudah yaitu burung puyuh jantan berkokok, sedangkan burung puyuh betina tentunya tidak berkokok.
  • Bobot/postur tubuh burung puyuh betina cenderung lebih besar dari jantan.

Kemudian setelah mendapat bibit-bibit tersebut, ketika sebelum dilepaskan pada kandang ternak, bibit-bibit puyuh tersebut harus disuntik terlebih dahulu dengan vaksin ND (Newcastle disease) atau tetelo, agar bibit tidak stress dan terhindar dari penyakit.

Jadi kamu harus benar-benar memperhatian tujuan dalam melakukan budidaya puyuh ini, jangan sampai kamu salah dalam memilih bibit puyuh ya.

4. Pemberian pakan

Pemberian pakan yang baik merupakan salah satu kunci utama sukses atau tidaknya peternak puyuh, Karena dengan memberi pakan yang sesuai dan berkualitas, pasti kelak kamu akan mendapatkan hasil budidaya yang maksimal.

  • Pakan yang digunakan untuk puyuh petelur umunya berbentuk tepung, pellet dan remah-remah yang tentunya harus disesuaikan dengan umur bibit puyuh petelur.
  • Sementara terkait dengan intensitas pemberian pakan, frekuensi pemberian pakan puyuh petelur ini didasarkan pada umur bibit puyuh.
  • Burung puyuh yang masih anakan diberi pakan 2 kali sehari, sedangkan burung puyuh remaja/dewasa diberi pakan 1 kali sehari.
  • Waktu yang tepat untuk pemberian pakan bagi puyuh petelur adalah pagi hari yaitu sekitar pukul 06.00 dan sore hari pada pukul 15.00.
  • Sedangkan untuk pemberian minum dilakukan secara kontinyu atau rutin terus-menerus sesuai dengan kebutuhan.
  • Usahakan pula jangan sampai burung-burung puyuh kekurangan air minum agar burung puyuh tersebut tidak mengalami dehidrasi.
  • Supaya hasil menjadi lebih maksimal, maka pada minuman burung puyuh petelur bisa kamu campur dengan suplemen organik cair khusus ternak sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Penambahan suplemen organik ini bermanfaat untuk memberikan tambahan asam lemak, protein, mineral dan sekaligus sebagai tambahan multivitamin yang sangat dibutuhkan oleh ternak.

5. Menjaga suhu ruangan

Suhu ruangan kandang ini juga perlu kamu perhatikan baik-baik. Suhu ruangan kandang harus selalu terjaga agar mendapatkan hasil produksi yang stabil, temperatur suhu ruangan kandang harus berkisar 20°-25°C, dengan tingkat kelembaban sekitar 30-80%.

Supaya terasa tetap hangat, kamu bisa memberikan penerangan dengan memakai lampu berdaya 25-40 watt pada siang hari, sedangkan daya sekitar 40-60 watt pada malam hari.

Pasang juga exhaust fan yang berguan untuk mengurangi suhu udara panas ketika matahari sedang terik agar suhu udara tetap stabil serta untuk membuang zat-zat amoniak yang berlebih.

6. Menjaga kebersihan kandang

Langkah selanjutnya yaitu mebersihan kandang, pembersihan kandang puyuh harus terus dijaga guna mencegah penyebaran virus dan bakteri jahat pada puyuh, yakni dengan cara membersihkan kotoran pada penampungan setiap tiga hari sekali.

Tempat penampungan yang kotor sebaiknya segera diganti dengan tempat penampungan baru, kemudian cuci tempat penampungan kotor tadi yang kemudian dikeringkan, dengan tujuan dapat dipasang lagi nantinya.

Yang terpenting adalah, selain kebersihan kandang puyuh, lingkungan sekitar juga harus tetap dijaga kebersihannya.

7. Masa panen dan pemasaran

Panen adalah momen paling dinanti oleh peternak burung puyuh. Ketika waktu panen tiba, para pemula biasanya masih menemui kendala yaitu masalah pemasaran.

Jadi jika hasil panen kamu merupakan panen dengan skala kecil, hal itu adalah suatu hal yang sepele, karena kamu bisa menjual hasil panenmu kepada tetangga sekitar atau menitipkannya kepada pedagang sayur.

Namun jika hasil panen kamu dalam skala besar, seringkali perternak puyuh akan dibuat bingung. Untuk menghindari hal tersebut, hendaknya sebelum memulai beternak puyuh petelur, kamu mencari pembeli atau pengepul yang siap membeli hasil ternakmu.

Hama dan Penyakit Burung Puyuh

Tidak bisa dipungkiri, bahwa menjadi hal yang lumrah jika semua ternak yang di pelihara secara intensif baik unggas, itik ataupun rumansia sangat rawan terjangkit penyakit. Baik penyakit bacterial yang disebabkan oleh bakteri ataupun penyakit viral yang di sebabkan oleh virus.

Penyebaran kedua jenis penyakit tersebut dapat di sebabkan secara vertikal/penyakit bawaan yang di tularkan oleh induknya maupun secara horisontal/penyakit yang di tularkan dari luar kandang, yakni dengan perantara carrier berupa udara, peralatan ternak, ransum, air minum, atau petugas kandang yang terkontaminasi oleh bakteri dan virus.

Jenis-jenis penyakit tersebut di antaranya yaitu:

1. Radang usus (Quail enteritis)

Penyebabnya berupa bakteri anerobik yg membentuk spora & menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejalanya yakni puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair & mengandung asam urat.

Pengendalian yang harus dilakukan adalah memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisahkan burung puyuh sehat dsengan puyuh yang telah terinfeksi.

2. Tetelo (NCD/New Casstle Disease)

Gejala penyakit ini seperti puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan dan biasanya adanya gejala “tortikolis” yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu & lumpuh.

Pengendalian yang harus dilakukan antara lain: menjaga kebersihan lingkungan & peralatan yangg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yangg mati segera dibakar/dibuang; pisahkan ayam yg sakit,

Selain itu mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang steril serta melakukan vaksinasi NCD.

3. Berak putih (Pullorum)

Penyebabnya seperti kuman Salmonella pullorum dimana ini merupakan penyakit menular. Gejalanya antara lain: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut & sayap lemah menggantung.

Pengendaliannya dengan menjaga kebersihan lingkungan, menjaga litter tetap kering; pemberian Tetra Chloine Capsule melalui mulut.

4. Cacar Unggas (Fowl Pox)

Umumnya disebabkan oleh Poxvirus, dimana virus ini menyerang spesies unggas dari semua umur & jenis kelamin.

Gejala yang ditimbulkan antara lain adanya keropeng-keropeng pada kulit yangg tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut & faring yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.

Pengendalian yang bisa dilakukan dengan memberikan vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang telah terinfeksi.

5. Cacingan

Cacaingan ini disebabkan dari sanitasi yang buruk. Penyakit ini biasanya menunjukkan gejala seperti puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.

Pengendalian yang harus dilakukan yaitu dengan menjaga kebersihan kandang serta kebersihan saat pemberian pakan, vitamin dan obat cacing.

Analisa Keuntungan Ternak Puyuh 1000 Ekor

  • Jumlah puyuh yang di pelihara yaitu 1000 ekor
  • Harga bibit puyuh adalah Rp 3.000/ekor
  • Waktu produktivitas selama 18 bulan
  • Burung puyuh mulai bertelur pada usia 38-42 hari dan merata pada usia 60 hari
  • Rata rata produktivitas telur berkisar antara 85%-90% setiap hari
  • Kebutuhan pakan (komplit) 22gr/ekor dengan harga pakan Rp6400/kg
  • Harga telur puyuh Rp280/butir
  • Puyuh afkir dijual dengan harga Rp3000

Biaya investasi dan operasional :

  • Kandang produksi (kayu kombinasi kawat) = 10 set @250.000 = Rp2.500.000
  • Nipple drinker/otomatis = 30 pcs @Rp9.000 = Rp300.000
  • Pembelian bibit puyuh = 1000ekor @3.000 = Rp3.000.000
  • Tadah pakan/pipa setengah lingkaran panjang 4m =10 buah @Rp25.000 = Rp250.000
  • Pakan (komplit) 30 hr = 22kg x 30hari x Rp6400 = Rp4.224.000
  • Total =Rp10.274.000

Pendapatan dengan rata-rata produksi 85%-90% perhari

Telur harian adalah = sebanyak +- 850 butir/hari x Rp280/butir (update harga bulan maret 2020)
=Rp202.300

Biaya per hari

Pakan campuran (mixing) harian = 22kg x Rp5500 = Rp121.000

Pendapatan – biaya

= Rp202.300 – Rp121.000
= Rp80.800 per hari
= Rp2.424.000 per bulan
Ambil rata-rata Rp 2.000.000

NOTE : Harga pakan lebih murah karena hasil campuran (mixing)

Break event point (Titik balik modal)

= Modal awal Rp10.274.000

Pendapatan per bulan = Rp2.000.000 x 6 bulan = Rp12.000.000

= Dalam 6 bulan pemeliharaan sudah tercapai Break event point (Titik balik modal)

Pada periode berikutnya modal akan terasa lebih ringan dan keuntungan akan lebih meningkat dari periode sebelumnya karena sudah ada investasi dari kandang produksi dan peralatan perlengkapan lainnya serta dari hasil penjualan burung puyuh afkir.

Demikian panduan cara sukses budidaya ternak puyuh petelur yang cocok untuk pemula lengkap dengan kalkulasi dari analisis usaha yang memiliki prospek luar biasa ini.

Dengan menerapkan langkah demi langkah beserta teknik yang tepat, diharapkan bagi kamu sebagai peternak puyuh pemula akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Semoga bisa menambah pengetahuan dalam budidaya puyuh petelur ini ya. Semoga berhasil!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *