Cara Mengatasi Burung Murai Batu yang Kutuan

  • Whatsapp

Kutu adalah mahluk kecil pengisap darah yang biasanya menginfeksi lapisan kulit hewan peliharaan seperti burung murai batu. Saat terinfeksi kutu, burung akan cenderung gelisah bahkan menyakiti dirinya sendiri dengan perilaku cabut bulu atau mematuki kulitnya. Berikut cara mengatasi burung murai batu yang kutuan.

Infeksi kutu tidak akan dapat diprediksi kapan bisa dialami oleh burung murai batu. Namun jika sangkar dibiarkan terus menerus kotor dan jarang dibersihkan, maka burung akan sangat rentan terserang oleh mahluk kecil penghisap darah ini.

Ada banyak dampak buruk yang terjadi jika burung murai batu dibiarkan kutuan atau terinfeksi kutu, beberapa di antaranya adalah:

  • Burung akan menjadi stres sehingga malas untuk berkicau.
  • Bulu jadi mudah rusak, nyerit, atau bahkan patah.
  • Kulit jadi bersisik sehingga menyulitkan bulu baru untuk tumbuh.
  • Burung jadi sering menyakiti dirinya sendiri misalnya cabut bulu, dsb.
  • Jika dilombakan, penampilannya akan cenderung menurun.

Infeksi kutu umumnya terjadi saat pergantian sangkar misalnya ketika burung murai batu dipindahkan ke sangkar lain tanpa membersihkannya terlebih dulu. Dalam kasus ini, tungau / kutu yang bermukim di area sangkar akan dengan mudah menginfeksi burung yang berada di dalamnya.

Baca:   Perawatan jalak suren trotolan hingga dewasa

Itu sebabnya, sangat dianjurkan untuk selalu membersihkan sangkar yang kita punya dengan menggunakan cairan pembersih khusus atau desinfektan setidaknya dua minggu sekali.

Selain dari sangkar ke sangkar, kutu juga bisa menyebar melalui kain kerodong yang digunakan. Apalagi jika kain tersebut digunakan secara bergantian kepada burung piaraan lainnya. Saat ada burung yang terinfeksi kutu, maka kain kerodong yang digunakan untuk menutupinya bisa menjadi media penularan yang cepat  jika digunakan kembali untuk menutupi burung yang lain.

Oleh karena itulah, kain kerodong untuk burung sebaiknya dibersihkan setiap beberapa hari sekali untuk mencegah burung terinfeksi kutu maupun tungau pengganggu.

Selain dari media sangkar dan perlengkapannya, penularan kutu bisa juga terjadi melalui burung – burung liar yang ada di sekitar sangkar murai batu tersebut. Infeksi akan langsung terjadi saat burung-burung liar mendekati dan menempel di sangkar untuk mengambil makanan.

Untuk mengatasi burung murai batu yang telah terinfeksi oleh tungau maupun kutu, maka cara terbaik yang harus dilakukan segera menanganinya. Jauhkan burung murai batu yang kutuan itu dari burung piaraan lain yang ada di rumah. Gunakan juga kain kerodong tersendiri yang tidak boleh digunakan untuk burung lainnya.

Pindahkan burung ke dalam sangkar lain yang telah dibersihkan dengan desinfektan. Lalu mandikan burung murai batu tersebut dengan shampo khusus burung piaraan yang banyak dijual di toko perlengkapan hewan peliharaan. Alternatifnya adalah memandikan burung dengan ramuan tradisional pengusir kutu seperti berikut ini:

Memandikan burung murai batu dengan air bekas cucian beras yang diyakini cukup ampuh membuang kutu yang menempel di kulit dan bulu. Namun penggunaan air bekas cucian beras ini harus disertai dengan mandi semprot agar proses pembersihannya dapat lebih efektif.

Memandikan burung murai batu dengan air rebusan daun sirih  juga diyakini cukup ampuh membasmi kutu yang membandel. Caranya adalah merebus beberapa lembar daun sirih lalu disaring airnya. Setelah dingin, air rebusan daun sirih digunakan untuk memandikan burung murai batu yang kutuan.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *