Burung Kutilang

  • Whatsapp
burung kutilang

Di pucuk pohon cemara, Burung Kutilang berbunyi. Bersiul-siul sepanjang hari dengan tak jemu-jemu. Hayo… siapa yang baca penggalan lirik lagu itu sambil nyanyi?

Kalau bisa menyanyikan lagu ciptaan Ibu Soed tersebut, tentu kamu sudah tidak asing dengan lagu anak yang satu itu, bukan? Namun, apakah kamu sudah tahu seperti apa sebenarnya burung yang katanya suka berkicau ini?

Kalau mau tahu, di bawah ini kami punya berbagai informasi lengkap tentang Burung Kutilang, mulai dari ciri-ciri, keunikan, hingga cara perawatannya. Oleh sebab itu, tetap simak sampai akhir, ya!

Burung Kutilang

Di Indonesia, ada lima jenis Kutilang yang biasanya dijadikan peliharaan, yaitu Kutilang Biasa, Kutilang Emas, Kutilang Sutra, Kutilang Trucukan, dan Kutilang Wilis.

Dari kelima jenis tersebut, yang paling banyak dipelihara atau yang sering juga ditemukan di alam liar adalah Kutilang Biasa.

Sedangkan burung yang paling mahal dan dianggap memiliki suara atau kicau paling gacor adalah Kutilang Emas.
Sedangkan yang jarang dipelihara adalah Kutilang Wilis atau yang juga dikenal dengan nama Cucak Gunung atau Cucak Rengganis. Burung endemik asal Indonesia ini bahkan populasinya makin menipis karena habitat yang rusak.

Habitat Burung Kutilang

Kutilang, terutama yang jenis biasa sering kali ditemukan di tempat-tempat seperti kebun, pekarangan, semak belukar, taman, bahkan juga tepi jalan.

Mereka suka hidup dengan berkelompok, baik saat sedang hinggap maupun mencari makanan. Tak harus dengan burung yang sejenis, mereka juga bisa berkelompok dengan burung lain.

Makanan utama dari jenis burung ini adalah buah-buahan yang lunak. Mereka sering melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun. Namun, selain buah, mereka juga suka makan berbagai jenis hewan kecil, misalnya saja ulat.

Populasi Burung Kutilang

Populasi jenis burung ini tersebar di wilayah Cina Selatan dan Asia Tenggara, kecuali Malaysia. Di Indonesia sendiri, Kutilang awalnya hanya ada di Jawa dan Bali.

Namun, mereka kemudian juga menyebar di wilayah Sumatra, Sulawesi, dan Maluku. Belakangan, burung ini juga bisa ditemukan di Kalimantan.

Mereka memiliki bentuk sarang seperti cawan yang terbuat dari anyaman ranting halus, daun rumput, atau tangkai daun.

Sekali bertelur bisa menghasilkan dua hingga tiga butir telur. Waktu puncak masa bertelur berada di kisaran bulan April hingga September.

Ciri-Ciri Burung Kutilang

Karena dimasukkan ke dalam jenis tersendiri, sudah barang tentu Kutilang memiliki ciri khas yang beda dengan burung lain. Apa saja, ya? Ini dia ulasannya.

1. Warna Bulu

Untuk jenis Kutilang Biasa, bagian kepala, mulai dari jambul hingga dahi berwarna hitam. Bagian leher depan, dada, hingga perut berwarna putih kecokelatan.

Sedangkan leher belakang, punggung, hingga ekornya berwarna cokelat tua. Kemudian bagian pantatnya berwarna jingga keemasan. Ciri-ciri Kutilang Biasa cukup mirip dengan Kutilang Trucukan.

Kemudian untuk Kutilang Emas dan Sutra warna bulunya secara keseluruhan didominasi oleh warna kuning atau kuning kehijauan.

Namun, bagian kepalanya Kutilang Emas warnanya hitam, sedangkan Kutilang Sutra agak kebiruan. Sedangkan untuk Kutilang Wilis kepalanya berwarna hitam dengan hiasan warna kuning di sekitar matanya.

2. Ukuran Tubuh

Untuk Kutilang yang sudah dewasa, rata-rata ukurannya bisa mencapai 20 cm, mulai dari paruh hingga ujung ekor.

Cukup besar memang untuk jenis burung kecil. Namun, Kutilang jantan biasanya memiliki ciri-ciri tubuh yang lebih besar ketimbang betina.

3. Bentuk Kaki

Sebagai burung yang senang hinggap di pohon, Kutilang memiliki bentuk kaki kecil yang bisa mencengkeram dengan kuat.

Uniknya, seluruh ruas jarinya terletak pada satu garis lurus. Barangkali hal ini akan memudahkannya untuk bertengger di pohon.

4. Kicauan

Burung Kutilang memang ada beberapa jenis, tapi hampir semuanya memiliki bunyi atau kicau yang dominan dengan suara tuit… tuit… tuit.

Hanya saja, biasanya Kutilang jantan bisa berkicau dengan durasi waktu yang panjang. Sedangkan yang suara betina biasanya tidak keras dan putus-putus.

5. Jambul

Ada yang unik dari jambul Kutilang, yaitu bisa naik karena suatu kondisi. Biasanya Kutilang Emas alias Cucak Kuning jambulnya naik ketika sedang marah.

Sedangkan Kutilang Biasa akan menaikkan jambul saat sedang merasa senang atau ingin buang air besar.

Keunikan dan Fakta Menarik Burung Kutilang

Mengetahui ciri-cirinya, sudah. Nah, sekarang saatnya kamu tahu tentang berbagai fakta menarik tentang Kutilang. Berikut ulasannya!

1. Mitos Memelihara Kutilang Emas

Ada tujuh mitos yang beredar di masyarakat tentang kebaikan yang akan datang pada sang pemilik jika memelihara Kutilang Emas.

Tujuh perkara tersebut, yaitu bisa menghadirkan banyak rezeki, terlindung dari hal-hal buruk, akan disegani orang lain, membawa keberuntungan, terhindar dari penyakit, memperoleh banyak sanjungan, dan mudah dicintai.

2. Sering Dianggap Burung Kelas Bawah

Burung Kutilang memang bisa dimasukkan ke dalam golongan burung kicau. Hanya saja, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Kutilang masih sering dianggap remeh dibanding burung kicau lain.

Kutilang Emas yang memiliki kicau atau suara gacor saja paling hanya dibanderol dengan harga 400 ribu rupiah. Padahal burung lain, seperti misalnya Kenari, bisa dihargai hingga jutaan rupiah.

3. Mudah Beradaptasi

Burung kicau yang satu ini merupakan tipe burung yang cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Jadi, tidak diperlukan cara atau trik khusus untuk menjinakkan Kutilang.

Memelihara Kutilang yang jinak dan mudah dilatih tentunya akan lebih menyenangkan daripada burung yang sekadar suka berkicau. Karena yang jinak dan mudah dilatih lebih gampang diarahkan.

4. Bisa Menirukan Kicau Burung Lain

Kutilang jenis Trucukan dikenal sebagai burung yang cerdas. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika ia mampu menirukan kicauan burung lain.

Hanya saja, yang mampu ia tirukan adalah burung-burung yang hampir sejenis dengan Trucukan, seperti misalnya Kutilang Biasa, Cucak Ijo, dan Cendet.

5. Dianggap Merusak Kicauan Burung Lain

Mungkin hanya orang-orang yang hanya suka mendengarkan kicauan burung tanpa berniat mengikutkan burung kicau dalam perlombaan saja yang berminat memelihara Kutilang.

Pasalnya, selama ini Kutilang dianggap sebagai burung yang mampu merusak kicauan burung lain. Bahkan, ada kasus Murai Batu yang punya suara gacor sehingga bisa jadi juara di berbagai perlombaan, kicauannya menjadi tidak maksimal karena mendengar kicauan Kutilang.

Karena kalah lomba, akhirnya burung yang tadinya dibanderol dengan harga tiga juta rupiah tersebut dijual dengan harga yang lebih murah.

Peristiwa ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, tapi cukup sering sehingga jarang ada yang memelihara burung kicau lain bersamaan dengan Kutilang.

6. Cara Menangkap

Mengingat Kutilang masih cukup banyak yang berada di alam bebas, jika tidak ingin mengeluarkan uang untuk membelinya, kamu bisa saja mendapatkannya dengan cara menjebak Kutilang.

Ada beragam cara membuat jebakan bisa kamu praktekkan. Ada yang menggunakan getah atau pulut, ada yang memanfaatkan simpul tali untuk menjerat kaki burung, dan bisa juga menggunakan jaring.

Perawatan Burung Kutilang Agar Gacor

Untuk kamu yang memelihara Kutilang, tentunya ingin agar peliharaanmu bisa berkicau dengan gacor, bukan?

Jika demikian, tentu kamu tak boleh sembarangan dalam memeliharanya. Coba terapkan tips-tips dan cara merawat Kutilang di bawah ini agar suaranya jadi makin gacor.

1. Dipelihara Sejak Kecil

Sebaiknya, jika ingin Kutilangmu kicauannya lebih gacor, peliharalah sejak ia masih anakan. Dengan kedekatan yang terjalin sejak ia kecil, maka si burung akan semakin jinak dan menurut dengan pemiliknya.

Termasuk ketika dilatih pun ia akan menurut. Selain itu, jika memeliharanya sejak kecil, ia tidak akan hilang meski dilepaskan saat sudah dewasa karena ia sudah tahu di mana tempat tinggalnya.

2. Diasingkan dari Kutilang Liar

Kutilang yang kamu pelihara sejak kecil harus diasingkan dari Kutilang liar yang mungkin ada di sekitar tempat tinggalmu.

Sebab, pada umumnya burung kecil akan mencari contoh bagaimana cara berkicau. Jadi, jangan perdengarkan suara kicauan Kutilang yang berpotensi membuat bunyinya jadi tidak gacor.

3. Diperdengarkan Suara Masteran

Seperti yang sebelumnya penulis terangkan, Kutilang kecil akan mencari contoh berkicau. Oleh sebab itu, kalau bisa sediakanlah burung masteran yang suaranya sudah gacor di dekat kandangnya.

Jika tak punya burung masteran yang gacor, kamu bisa juga memperdengarkan suara masteran dari mp3 maupun video.

Namun, ada satu hal yang perlu diingat. Jangan memperdengarkan suara masteran banyak burung pada si Kutilang kecil. Sebab, ia bisa-bisa malah bingung sehingga tak menghasilkan kicauan seperti yang diharapkan.

4. Rutin Mengganti Air Minum

Dengan menyediakan air minum yang selalu bersih, maka Burung Kutilang peliharaanmu akan terus tumbuh dengan sehat. Sistem kekebalan tubuhnya juga akan semakin kuat sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Jika memiliki tubuh yang sehat, ia akan lebih bertenaga sehingga kicauannya akan semakin nyaring dan gacor.

5. Memandikannya

Memandikan Kutilang bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, adalah dengan menyemprotnya menggunakan semprotan burung.

Kedua, yaitu dengan mengelapnya menggunakan kain lembut yang basah. Memandikan dengan cara mengelapnya lebih recommended karena bisa lebih bersih, asalkan kamu bisa melakukannya.

Jangan tekan terlalu kuat saat mengelap Kutilangmu karena hal tersebut malah akan membuatnya merasa kesakitan. Lakukan dengan perlahan dan lembut.

6. Diangin-anginkan

Agar Kutilang bisa berkembang dengan baik, sebaiknya jemur ia di teras rumah atau balkon. Usahakan untuk menempatkannya di tempat yang tidak terlalu panas.

Akan lebih baik lagi jika pemandangannya indah. Dengan merasakan udara alam bebas, ia akan semakin bersemangat untuk berkicau.

7. Membersihkan Kandangnya

Kotoran yang menumpuk di kandang bisa membuat Kutilang tidak nyaman untuk berkicau dengan riang. Selain itu, bakteri yang tumbuh karena kotoran tersebut bisa saja mengganggu kesehatannya.

Oleh karenanya, selalu bersihkan kandang Kutilang secara rutin. Jika kandangnya bersih, ia akan senang dan tidak mudah sakit sehingga lebih rajin berkicau.

Harga Burung Kutilang

Kutilang dipatok dengan harga yang berbeda-beda di pasaran. Jenis yang termahal, yaitu Kutilang Emas dihargai sekitar 350 ribu hingga 400 ribu rupiah.

Namun, itu harga yang gacor. Jika suaranya biasa saja maka harganya hanya sekitar 100 hingga 200 ribu rupiah.
Kutilang Wilis juga cukup mahal, yaitu sekitar 200 hingga 350 ribu rupiah. Jenis ini tergolong agak mahal karena populasinya sudah mulai menipis.

Kutilang Sutra atau Cucak Kurincang harganya sekitar 70 ribu hingga 250 ribu rupiah. Tergantung ukuran dan kicauan.

Kemudian Kutilang Trucukan dihargai 150 ribu rupiah untuk satu ekornya. Sedangkan Kutilang Biasa harganya hanya sekitar 40 ribu hingga 100 ribu rupiah.

Sudah Puas dengan Informasi Terkait Burung Kutilang?

Itu tadi adalah berbagai pembasan lengkap seputar Kutilang. Kalau kamu penasaran dengan gambar atau foto penampakan aslinya, cari saja di mesin pencari. Gambar-gambar tersebut bahkan bisa diunduh untuk dijadikan sebagai wallpaper ponsel.

Nah, jika kamu berencana atau sedang memelihara Kutilang, tapi tidak punya burung masteran, download saja kicau atau suara mp3 gacor Burung Kutilang di berbagai situs download yang tersedia untuk diperdengarkan padanya setiap hari. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *