Beberapa Penyebab Pemula Selalu Gagal Melombakan Burungnya

  • Whatsapp

Lomba burung telah menjadi budaya tersendiri di kalangan penggemarnya, terbukti dari banyaknya EO-EO di berbagai daerah yang meramaikan dunia kicauan mania. Bagi pemula, membawa gacoannya ke lapangan menjadi tantangan untuk mengetahui sejauh mana rawatan yang telah dilakukan.

Sebelum membawa gaconya ke lapangan untuk dilombakan, kicaumania biasanya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai dari anggaran, burung yang prospek, settingan, pemasteran yang anti mainstream, serta pakan yang tinggi nutrisi dengan harapan agar burung gacoannya itu mampu melibas lawan mainnya di gantangan.

Bagi pemula, sukses menjadikan gaconya jadi burung jawara dapat memberi kepuasan dan kebanggaan, terlebih hal ini sudah menjadi impian bagi banyak kicaumania. Namun begitu, tidak sedikit pemula yang kurang beruntung dengan hal tersebut.

Umumnya, pemula yang mengalami kegagalan dalam settingan dan lomba akan melihat hal ini sebagai problema besar, dan bukan sebagai wujud tantangan. Alhasil, banyak pemula yang menyerah setelah burung gacoannya selalu gagal meraih prestasi di arena lomba.

Apa saja penyebab pemula gagal mengorbitkan gacoannya jadi burung jawara? Dikutip dari smart mastering, berikut beberapa penyebab di antarannya:

Kurang Sabar, maunya serba instan 

Satu hal umum yang menjadi penyebab kegagalan dalam mengorbitkan gacoannya adalah pemula yang kurang sabar atau maunya serba instan saat melombakan gacoannnya tanpa mempedulikan kondisi fisik dan mental burung rawatannya.

Padahal burung yang belum dikondisikan untuk bermain, alhasil gacoannya yang tidak siap tempur itu akan menjadi mudah ngedrop dan tidak mau bunyi sama sekali. Bahkan sering juga terjadi, gaco yang tidak mau tampil di gantangan kemudian dijual murah ke teman atau ditukar tambah dengan burung lain. Tetapi ternyata, setelah berpindah tangan, burung tersebut justru menjadi lebih berprestasi.

Pemula yang tidak mau belajar 

Banyak pemula yang cenderung tidak mau tahu atau tidak mau mencari pengetahuan tentang burung. Mereka juga cenderung tidak mau belajar bagaimana cara merawat burung dengan baik dan benar. Perawatan harian dan lomba dilakukan sesuai kebiasaannya saja. Alhasil, burung yang belum siap lomba pun dipaksakan untuk bertanding.

Perawatan yang kurang konsisten 

Ini juga menjadi salah satu hal yang umum dijumpai. Banyak pemula yang kurag konsisten dalam menentuka dan merawat burung gacoannya. Ketika melakukan rawatan harian misalnya, tak jarang ia sering mengubah-ubah pola rawatan setelah melihat rawatan orang lain yang dianggapnya sukses.

Padahal, tidak semua burung memiliki karakter dan sifat rawatan yang sama. Rata-rata mereka terjebak di euforia tren yang sebenarnya belum tentu cocok jika diterapkan pada burung rawatannya.

Pemula yang tidak tahan banting 

Kesuksesan tidak bisa diraih dengan cara instan, butuh waktu dan kesabaran untuk bisa meraihnya. Begitu juga dalam dunia perburungan. Banyak pemula yang tidak tahan banting, sehingga kerap mengalami kegagalan dalam mengorbitkan burung gacoannya jadi jawara lomba.

Itulah beberapa penyebab pemula selalu gagal di arena lomba dalam mengorbitkan gacoannya jadi burung jawara. Oleh karena itu, selain melakukan pola rawatan yang tepat dan sesuai, pemberian pakan dan vitamn pun harus menjadi perhatian utama, apalagi hal ini sangat mempengaruhi kondisi dna penampilan burung di lapangan.

Pemberian multivitamin yang tepat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental burung selama dilombakan, salah satunya adalah Sup Plus Bird, vitamin yang diracik khusus untuk kesiapan burung sebelum dilombakan.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *