Ikan Nila: Cara Budidaya, Jenis, Pakan dan Harganya

  • Whatsapp
gambar ikan nila

Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup populer di Indonesia selain ikan lele, patin, dan kakap. Nila mengandung banyak vitamin, protein, dan asam lemak yang membuat ikan ini semakin digemari masyarakat Indonesia.

Indonesia memiliki berbagai jenis ikan nila yang dikembangkan sebagai ikan konsumsi. Ikan ini juga mudah dibudidayakan dan bukan merupakan jenis ikan yang hanya mengonsumsi jenis pakan tertentu. Hal tersebut semakin membuat nila menjadi lebih menarik dalam Memancing ataupun membudidayakan ikan air tawar.

Cara Budidaya Ikan Nila

Keuntungan yang tinggi dan kemudahan dalam menjalankan budidaya menjadi salah satu daya tarik banyaknya budidaya ikan nila di Indonesia. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan ketika menjalankan bisnis budidaya nila.

  1. Persiapan kolam

kolam ikan nila

Ikan nila dapat dibudidayakan di berbagai kolam seperti kolam tanah, semen, terpal, hingga keramba. Anda bisa menyesuaikan jenis kolam dengan kondisi lingkungan sekitar. Jumlah populasi ikan di dalam kolam juga bisa Anda sesuaikan dengan kondisi kolam yang Anda miliki.

Salah satu jenis kolam yang paling digunakan adalah kolam tanah karena biaya yang murah, dapat dilakukan dalam skala yang cukup luas, dan dapat menyediakan mikrobia alami sebagai makanan bagi ikan.

Langkah pertama dalam mempersiapkan kolam tanah adalah pengeringan dasar kolam. Proses ini bisa memakan waktu sampai satu minggu. Setelah tanah kering, maka dasar kolam bisa mulai dibajak. Indikator tanah sudah siap dibajak adalah apabila tanah mulai pecah-pecah atau retak.

Pembajakan dilakukan dengan cara membalik tanah sampai kedalaman 10 cm dari permukaan dasar kolam. Proses ini berguna untuk mengangkat lumpur hitam yang berbau busuk. Lumpur ini adalah hasil akumulasi endapan sisa pakan yang tidak habis dan menimbulkan gas amoniak. Setelah tanah dibalik, Anda bisa mendiamkannya selama beberapa hari.

Langkah selanjutnya adalah pemberian kapur. Tanah pada umumnya memiliki tingkat keasaman dibawah 6 yang berarti tanah tersebut asam, sedangkan ikan menghendaki tanah bersifat netral dengan tingkat keasaman 6,5-7,5. Anda bisa melakukan pengukuran tingkat keasaman terlebih dahulu sebelum menebar kapur. Ini berguna supaya Anda bisa menentukan jumlah kapur.

Setelah kapur disebar, Anda perlu menunggu kira-kira 3 hari. Kemudian Anda bisa melakukan pemupukan. Anda bisa menambahkan pupuk organik dan kimia di dasar kolam. Pemupukan ini bertujuan supaya mikroorganisme mendapatkan asupan nutrisi untuk berkembang yang kemudian akan dimakan oleh ikan nila. Anda harus menunggu selama 1 minggu setelah pemberian pupuk.

Baca Juga : Ikan Arwana

Jika Anda telah selesai memberikan pupuk dan kapur, maka kolam sudah siap untuk diisi air. Pengisian dilakukan 2 tahap. Pada tahap pertama, air yang ditambahkan setinggi 10cm kemudian diamkan selama 1 minggu atau sampai air berubah jadi kehijauan. Ini menunjukkan bahwa alga dan plankton  telah berkembang. Setelah itu, Anda mulai bisa mengisi air sampai batas maksimal kolam.

Jika diurutkan, Anda memerlukan waktu hingga 4 minggu untuk mempersiapkan kolam.  Minggu pertama untuk pengeringan kolam, minggu kedua untuk pembajakan dan pemberian kapur, minggu ketiga untuk pengaplikasian pupuk, dan minggu terakhir untuk menunggu perkembangan mikroorganisme yang menguntungkan.

  1. Pemilihan dan penebaran benih

gambar bibit ikan nila

Kesuksesan budidaya ikan nila tidak terlepas dari benih unggul yang digunakan. Jika benih yang Anda peroleh berukuran seragam dan dalam kondisi yang sehat, maka hasil panen yang Anda peroleh juga kemungkinan akan unggul.

Kriteria benih yang sehat adalah berenang aktif dan lincah, memiliki warna sisik yang cerah dan tidak kusam, ukuran seragam, tidak terdapat cacat secara fisik dan masih berlendir, serta berenang melawan arus air ketika diletakkan di air yang berarus.

Penebaran benih juga harus dilakukan dengan hati-hati supaya tidak menyebabkan ikan mengalami stress. Sesaat setelah Anda mendapatkan benih ikan, Anda perlu untuk memasukkan kantong benih ke dalam kolam dengan kondisi masih tertutup. Biarkan ikan masih berada di dalam kantong selama 30 menit supaya bisa beradaptasi dengan suhu air di kolam.

Setelah itu, Anda bisa menebar benih dengan cara memiringkan kantong yang sudah dibuka kemudian membiarkan ikan nila keluar dari kantong dengan sendirinya. Jika ikan berenang ke kolam, hal ini menandakan bahwa ikan sudah beradaptasi dengan suhu air kolam.

Idealnya dalam 1m2, terdapat maksimal 20 ekor ikan nila. Semakin banyak ikan di dalam satu kolam yang sama, maka akan semakin membatasi pergerakan ikan, meningkatkan kompetisi perebutan pakan, dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

  1. Pakan Ikan Nila

gambar ikan nila besar

gambar ikan nila besar

Dalam satu hari, ikan membutuhkan pakan sebanyak 3% dari total berat ikan. Ikan bisa diberi pakan selama 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari. Sebagai contoh 1000 ikan memiliki berat rata-rata 100 gram per ekor, maka Anda perlu memberi pakan sebanyak 3 kg per hari yang dibagi menjadi 2 yaitu 1,5kg pada pagi hari dan 1,5kg pada sore hari.

Bobot ikan rata-rata bisa Anda peroleh dengan cara menangkap beberapa ikan secara acak dari dalam kolam kemudian menghitung berat ikan tersebut. Bobot ini dapat Anda jadikan sebagai acuan dalam menentukan takaran pakan yang perlu diberikan.

Untuk pakan yang bisa diberikan pada ikan nila, antara lain :

  • Pelet Ikan
  • Daun Talas
  • Kutu Air
  • Kangkung
  • Artemia
  • Dedak
  • Ampas Kelapa
  • Nasi Sisa
  • Azola
  • Lumut
  1. Hama dan penyakit Ikan Nila

hama dan penyakit ikan nila

Hama dan penyakit adalah bagian dari proses budidaya. Terdapat 2 jenis hama yang patut Anda perhatikan yaitu hama ucrit dan notonecta. Keduanya hanya menyerang benih yang masih berukuran kecil dengan cara menyengatnya. Jika Anda menemukan dua hama ini, Anda bisa mengendalikan jumlahnya dengan cara menambahkan minyak tanah ke dalam kolam.

Pemberian minyak tanah tidak berbahaya bagi ikan justru akan menghambat ucrit dan notonecta untuk berkembang. Setelah dirasa berkurang jumlahnya, Anda bisa mulai membuang air kolam dan menggantinya dengan air bersih yang baru.

Baca Juga : Ikan Lele

Sedangkan penyakit yang paling sering menyerang ikan nila adalah bercak merah dan Trichodina sp. Bercak merah ditandai dengan munculnya bercak kemerahan di seluruh badan ikan. Penyakit ini mudah sekali menyebar dan dapat menyebabkan kematian massal.

Anda bisa mengobati ikan yang menderita bercak merah dengan cara memberikan antibiotik yang dicampurkan ke dalam pakan ikan. Selain itu, antibiotik juga dapat disebarkan secara langsung ke dalam kolam.

Penyakit lainnya ditimbulkan oleh Trichodina sp. Ikan yang sudah terinfeksi parasit ini akan terdapat bercak di bagian insang dan permukaan kulit. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan cara meletakkan ikan yang terinfeksi ke dalam larutan garam selama 1 hari. Secara umum, ikan yang berpenyakit akan terlihat kurang aktif, sering berada di permukaan, dan tidak nafsu makan.

  1. Panen Ikan Nila

Panen dapat dilakukan ketika ikan nila sudah mencapai bobot 300-500 gram/ekor atau sekitar 4-6 bulan setelah dibudidayakan. Cara pemanenan bisa dilakukan dengan cara mengurangi jumlah air di dalam kolam sampai ikan terkumpul di beberapa bagian kolam, kemudian Anda bisa mulai mengumpulkan ikan-ikan tersebut.

Jenis Ikan Nila

Ada beberapa jenis ikan nila yang dibudidayakan di Indonesia. Masing-masing jenis ikan memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing yang menjadi daya tarik bagi pebudidaya nila. Berikut adalah jenis-jenis nila di Indonesia:

  1. Nila Srikandi

ikan nila srikandi

Penyematan kata srikandi berasal dari akronim Salinity Resistant Improvement Tilapia. Sesuai namanya, ikan jenis ini memang dikembangkan supaya tahan terhadap kadar garam yang tinggi, memiliki Food Conversion Ratio yang rendah, dan mengandung protein lebih banyak dibandingkan nila lokal.

  1. Nila Pandu

ikan nila pandu

Foto Ikan Nila

Ciri yang paling mencolok dari Nila Pandu adalah warna badannya yang putih mulai dari kepala sampai ujung ekor. Pada bagian punggung dan sirip, terdapat warna kemerahan.

  1. Nila Larasati

ikan nila larasati

Nila ini adalah hasil persilangan Nila Pandu dan Nila Kunti. Keunggulan nila jenis ini terletak pada angka kelangsungan hidup yang mencapai 90%, lebih hemat pakan dibandingkan nila lokal, dan dapat tumbuh dengan cepat.

  1. Nila BEST

ikan nila best

Nama Best merupakan akronim dari Bogor Enhanced Strain Tilapia. Nila Best memiliki keunggulan yaitu ukuran benih yang lebih besar, lebih tahan terhadap penyakit, kemungkinan hidup tinggi, dan lebih hemat pakan dibandingkan nila lokal.

  1. Nila Nirwana 3

ikan nila arwana 3

Nila Nirwana adalah hasil persilangan nila GIFT dan GET dengan sifat unggul yaitu pertumbuhan yang cepat, lebih hemat pakan, angka kelangsungan hidup lebih tinggi, dan daging yang lebih tebal. Ikan Nila Nirwana III bisa mencapai bobot siap panen dalam waktu 6 bulan.

  1. Nila Citralada

ikan nila citralada

Jika dibandingkan dengan Nila Merah, Nila Citralada seakan tidak memiliki perbedaan yang jelas. Namun jika Anda melihat dengan lebih jeli, maka akan nampak perbedaan pada ukuran sirip dan ekor yang lebih panjang dan warna sisik yang lebih terang dibandingkan Nila Merah.

Nila Citralada dikembangkan di Thailand untuk pertama kali dengan sifat unggul yaitu dapat menghasilkan anakan yang mayoritas jantan, daging yang lebih kenyal, daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit, dan mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak.

  1. Nila Salina

ikan nila salina

Nila jenis ini adalah nila lokal Indonesia. Kelebihan dari ikan yang didapatkan melalui rekayasa genetika ini adalah tahan terhadap kadar garam yang tinggi, tidak membutuhkan banyak pakan untuk pertumbuhan, dan tahan terhadap suhu udara yang panas.

  1. Nila Gesit

ikan nila gesit

Nila Gesit merupakan hasil rekayasa genetika dari ikan nila GIFT generasi ketiga yang menghasilkan sifat lebih unggul dibandingkan pendahulunya. Nila Gesit akan menghasilkan anakan yang didominasi berjenis kelamin jantan dan memiliki daya tumbuh yang jauh lebih cepat. Ikan jenis ini dapat mencapai ukuran panen (500-600 gram/ekor) dalam waktu 6 bulan.

Lihat Juga: Ikan Louhan

  1. Nila Merah

gambar ikan nila merah

gambar ikan nila merah

Sesuai dengan namanya, Nila Merah atau Nirah memiliki badan yang berwarna merah keemasan dengan bagian perut berwarna putih. Mata ikan Nila Merah berwarna merah hingga kuning. Ikan jenis ini tergolong salah satu nila yang paling diminati sehingga banyak dibudidayakan di Indonesia.

  1. Nila Jatimbulan

ikan nila jatimbulan

Mayoritas nama ikan nila merupakan singkatan dari sifat unggul ikan atau tempat pemuliaan ikan jenis tersebut. Nama Jatimbulan berasal dari Jawa Timur Umbulan, tempat dimana ikan ini dikembangkan.

Sifat unggul dari ikan ini adalah ukuran ikan yang lebih besar, tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, tahan terhadap kadar garam yang tinggi, dan tahan terhadap bakteri Aeromonas hdrophlla penyebab penyakit bercak merah.

Jenis ikan nila semakin lama semakin berkembang. Pertambahan jenis ikan dilatarbelakangi keinginan untuk mengembangkan nila dengan sifat yang unggul dan menguntungkan, sehingga Anda sebagai pelaku bisnis budidaya nila wajib memperbaharui informasi secara rutin untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai teknik budidaya dan jenis yang lebih unggul.

Daftar Harga Ikan Nila

Kota/Provinsi Harga Ikan Nila per Kg
Pontianak Rp = 25.000
Jakarta Rp = 25.000
Lampung Rp = 24.000
Bali Rp = 25.000
Samarinda Rp = 25.000
Batam Rp = 25.000
Malang Rp = 25.000
Balikpapan Rp =25.000
Bali Rp = 28.000
Sumatera Utara Rp = 28.000
Sumatera Selatan Rp = 27.000
DIY Rp = 25.000
Kalimantan Barat Rp = 30.000
Jawa Barat Rp = 24.000
Kalimantan Timur Rp = 31.000
Sulawesi Utara Rp = 32.000
DKI Jakarta Rp = 27.000

Harga Bibit Ikan Nila

Bibit Ikan Nila Merah

Ukuran dan Isi Harga Bibit Ikan Nila Merah
2-3 cm 1 box isi 8000 ekor Rp = 1.250.000
3-4 cm 1 box isi 6000 ekor Rp = 1.250.000
3-5 cm 1 box isi 5000 ekor Rp = 1.300.000
4-6 cm 1 box isi 4000 ekor Rp = 1.300.000
5-7 cm 1 box isi 3000 ekor Rp = 1.350.000

Bibit Ikan Nila Hitam

Ukuran dan Isi Harga bibit Ikan Nila Merah
2-3 cm 1 box isi 8.000 ekor Rp = 1.150.000
3-4 cm 1 box isi 6.000 ekor Rp = 1.150.000
3-5 cm 1 box isi 5.000 ekor Rp = 1.200.000
4-5 cm 1 box isi 4.000 ekor Rp = 1.200.000
5-7 cm 1 box isi 3.000 ekor Rp = 1.250.000

Bibit Ikan Nila Gift

Ukuran dan Isi Harga bibit ikan nila gift
2-3 cm 1 box isi 8.000 ekor Rp = 1.300.000
3-4 cm 1 box isi 6.000 ekor Rp = 1.300.000
3-5 cm 1 box isi 5.000 ekor Rp = 1.350.000
4-5 cm 1 box isi 4.000 ekor Rp = 1.400.000
5-7 cm 1 box isi 3.000 ekor Rp = 1.400.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *