Trichoderma Cair Adalah…, Manfaat, Cara Membuat, dan Cara Aplikasi!

Trichoderma Cair – Memasuki musim hujan tanaman lebih rentan terkena jamur patogen. Jamur ini membuat tanaman menjadi layu dan mengalami busuk akar atau batang. Hampir semua jenis tanaman dapat terserang jamur ini.Terutama jenis tanaman hortikultura, seperti tomat, cabai, bawang merah, semangka, kentang, dan masih banyak lagi.

Jenis penyakit tanaman ini lebih mudah berkembang saat musim hujan. Oleh sebab itu, pengendalian jamur yang mewabah menggunakan racun kimia, seperti salah satu contohnya pestisida sudah tidak efektif lagi. Justru penggunaan pestisida yang berlebihan dapat merusak ekosistem di sekitarnya.

Akan tetapi, petani tidak lagi cemas dengan masalah ini karena adanya inovasi teknologi pertanian terbaru yaitu pupuk Trichoderma. Sebagian besar petani pasti sudah tidak asing dengan pupuk cair yang satu ini.Mungkin beberapa pembudidaya atau petani pemula masih familiar dengan pupuk ini.

Sekilas Pupuk Trichoderma Cair

Pupuk Trichoderma cair merupakan pupuk organik kompos yang mengandung jamur Trichoderma sp. Jamur ini memiliki sifat antagonis dan mampu mengendalikan jamur yang merugikan tanaman.Jamur Trichodermasp berperan menjaga akar, serta mencegah pertumbuhan jamur patogen yang membandel.

Jamur Trichoderma SP

Trichodermasp merupakan jamur yang termasuk dalam jenis ascomycetes. Jamur ini memiliki aktivitas antifungal yang banyak ditemukan di tanah, tanah pertanian, atau pada substrat kayu. Spesies jamur ini dapat tumbuh pada temperatur yang tinggi maupun rendah.

Jamur Trichoderma SP dapat tumbuh pada suhu 7 – 41 derajat celsius. Tetapi, jenis Thricoserma sp kultur tidak dapat tumbuh dan berkembang biak pada suhu 35 derajat celcius. Perbedaan suhu dapat mempengaruhi produksi enzim, seperti karboksi metilseluler dan xilanase.

Morfologi jamur ini bermacam-macam, jamur Trichoderma SP kultur memiliki morfologi sesuai dengan tempat tumbuhnya. Jamur yang tumbuh pada media dengan nutrisi yang terbatas, memiliki ciri bentuk transparan.

BACA JUGA:   Cara Budidaya Plankton Starter untuk pakan Alami Ikan (panduan lengkap)

Sedangkan, jamur yang tumbuh di tempat dengan banyak asupan nutrisi, Trichoderma SP memiliki karakteristik lebih putih.Beberapa spesies Trichoderma SP dimanfaatkan sebagai pemberi aroma, seperti pada permen atau kacang.

Ciri Tanaman yang Terserang Jamur Patogen

Tanaman yang terserang jamur patogen akan menunjukkan gejala, sebagai berikut:

  • Daun tanaman menguning dan layu secara tiba-tiba.
  • Pucuk mengalami rebah dan terkulai.
  • Akar dan batang mengalami pembusukan.
  • Terdapat bercak berwarna putih pada akar dan pangkal tanaman.
  • Umbi, bawang, kentang dan tanaman sejenisnya akan menciut kemudian membusuk.
  • Suplai nutrisi terhenti yang mengakibatkan bunga dan buah berguguran.

Manfaat Pupuk Trhichoderma Cair untuk Tanaman

Selain mengendalikan jamur patogen, pupuk Trichoderma cair memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Jamur Trichodermasp juga berperan sebagai biofungisida hayati yang bermanfaat mengendalikan jamur patogen.
  • Saat sudah terurai menjadi pupuk, jamur ini berperan sebagai fertilizer yang dapat memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi pada tanah. Selain itu, jamur yang terkandung dalam pupuk dapat membuat struktur tanah menjadi gembur, akar mudah menyerap air dan unsur hara pada tanah, serta membantu meningkatkan aktivitas mikroba dalam tanah.
  • Pupuk Trichoderma berperan sebagai dekomposer yang merombak bahan-bahan organik dalam tanah. Sehingga, unsur hara yang lengkap tersedia untuk tanaman.
  • Dapat digunakan sebagai aktivator pada proses pengomposan.
  • Membuat tanaman menjadi lebih subur, sehat, dan produktif.
  • Meningkatkan produktivitas tanaman, terutama tanaman hortikultura.
  • Stamina pada tanaman akan meningkat.
  • Mencegah penyakit tanaman yang dipicu oleh jamur patogen, seperti fusarium, busuk akar, busuk umbi, dan busuk pada batang tanaman.
  • Mencegah terjadinya infeksi pada tanaman akibat jamur patogen yang mewabah.

Cara Membuat Trichoderma Cair

Pupuk Trichoderma cair sudah banyak beredar di pasaran.Untuk menghemat biaya pengeluaran, pupuk ini dapat dibuat sendiri di rumah.Berikut langkah pembuatan pupuk Trichoderma.

BACA JUGA:   4 jenis Bunga Cempaka dan Gambarnya Lengkap dengan Penjelasannya

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan:

  • Wadah yang steril dan bersih.
  • Kain bersih yang dugunakan sebagai penutup.
  • Daun bambu yang sudah kering secukupnya.
  • Nasi satu kepalan tangan, atau sesuai kebutuhan.

Cara membuat pupuk Trichoderma:

  • Letakkan daun bambu kering pada wadah yang sudah disiapkan.
  • Letakkan nasi di atas daun bambu.
  • Tutup wadah menggunakan kain yang sudah disiapkan.
  • Diamkan selama kurang lebih 5 hari.
  • Setelah lima hari jamur mulai tumbuh, lalu pilih jamur yang warna hijau.
  • Siapkan nasi baru dan letakkan di wadah yang baru. Pastikan wadah yang baru juga steril dan bersih.
  • Pindahkan jamur yang berwarna hijau ke atas nasi baru. Pemindahan jamur lebih mudah menggunakan cotton bud.
  • Tutup wadah menggunakan kain bersih.
  • Letakkan di ruang yang gelap dan bersuhu dingin.
  • Diamkan selama kurang lebih 4 – 5 hari.

Tanda-tanda jamur Trichodermasp berhasil dikembangbiakkan:

  • Tidak mengeluarkan bau busuk.
  • Warna tidak gelap atau hitam, jika berwarna gelap maka pembibitan jamur gagal.
  • Mengeluarkan aroma manis seperti hasil fermentasi.
  • Jika berhasil jamur berwarna putih atau kuning muda, yang paling umum berwarna hijau tua.

Bahan yang digunakan untuk mencairkan pupuk Tricoderma:

  • 5 liter air kelapa segar.
  • 250 gram gula merah yang dicairkan.
  • 2 liter air bekas cucian beras.

Langkah mencairkan pupuk Trichoderma:

  • Campurkan semua bahan tersebut dengan jamur Trichodermasp yang sudah tumbuh.
  • Diamkan selama kurang lebih 14 hari.

Cara Penggunaan Pupuk Trichoderma

Berikut beberapa cara penggunaan pupuk Trichoderma cair maupun padat:

1. Penggunaan untuk Lahan

Sebelum diaplikasikan pada lahan, pupuk Trichiderma harus dicampur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang terlebih dahulu.Takaran yang tepat adalah 20 – 50 kg pupuk kompos dengan 100 gram Trichoderma.

BACA JUGA:   Pupuk Cair untuk Jagung dan Tips Penggunaannya Agar Panen Optimal!

Diamkan selama kurang lebih 2 minggu sebelum digunakan.Jika ingin mengaplikasikan dengan disemprot, larutkan 100 gram Trichoderma dengan 20 liter air.

2. Penggunaan untuk Pengomposan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Trichoderma dapat digunakan sebagai dekomposer pembuatan pupuk kompos.Dibutuhkan 1 – 2 kg Trichiderma untuk 1 ton kompos. Trichoderma disini berperan sebagai pengganti EM4.

3. Pemupukan Trichoderma dengan Cara Disiram

Larutkan 5 Trichiderma dalam 1 liter air bersih.Masing-masing tanaman mendapat takaran 250 ml larutan pupuk. Pemupukan dengan cara disiram atau dikocor lebih efektif jika dilakukan pada 7 – 15 SHT.

Lalu, dilanjutkan dengan pemupukan 7 – 10 hari sekali. Biasanya, jamur atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sudah dapat dikendalikan setelah 4 kali pengocoran.

4. Pemupukan Trichoderma dengan Cara Memasukkan pada Lubang Tanam

Cara ini dilakukan 1 – 2 minggu sebelum masa tanam. Pupuk Trhicoderma harus dicampur terlebih dahulu dengan pupuk kompos atau kandang dengan dosis yang sama seperti cara penggunaan untuk lahan. Takaran tiap lubang tanaman kurang lebih 50 gram pupuk campuran.

Catatan Penting:

Hal-hal yang perli diperhatikan dalam penggunaan pupuk Trichoderma:

  • Pupuk ini tidak bagus dicampurkan dengan pupuk kimia, seperti NPK, urea, dan pupuk kimia lainnya.
  • Jangan digunakan bersamaan dengan racun tanaman, seperti pestisida.
  • Sebaiknya diaplikasikan sejak sebelum masa tanam, agar pertumbuhan jamur patogen dapat dicegah dari awal.

Itu dia penjelasan mengenai pupuk Trichoderma, cara pembuatan dan penggunaannya. Semoga bermanfaat.