Pupuk Cair untuk Jagung dan Tips Penggunaannya Agar Panen Optimal!

Pupuk Cair untuk Jagung – Jagung merupakan salah satu jenis tanaman yang mampu menggantikan padi sebagai salah satu jenis tanaman penghasil karbohidrat terbesar di Indonesia. Selain digunakan sebagai jenis makanan pengganti padi, jagung juga dapat diolah menjadi olahan makanan lain yang tak kalah banyak penggemarnya.

Tak jarang para petani yang mendambakan hasil panen melimpah dengan kualitas jagung yang juga tinggi. Kondisi tersebut tentu dapat Anda siasati dengan mengaplikasikan pupuk yang baik untuk tanaman jagung. Lantas, apa saja jenis-jenis pupuk terbaik untuk jagung itu? Berikut daftarnya.

Jenis Pupuk Cair Untuk Jagung

Jenis pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman jagung misalnya saja adalah:

  • Pupuk Urea
  • Pupuk SP-36
  • Pupuk KCL
  • Pupuk ZA
  • Pupuk NPK

Daftar di atas memang sebetulnya jenis pupuk padat karena jenis pupuk cair untuk tanaman jagung masih sangat minim jenisnya, namun penggunaannya juga dapat dicairkan terlebih dahulu agar lebih memudahkan pengaplikasian.

Selain jenis pupuk yang tersebut, terdapat pula hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaplikasian pupuk dan juga proses-proses penting yang harus dilewati sebelum menanam tanaman jagung. Berikut ulasannya.

Pupuk Cair untuk Jagung

Cara Terbaik Mengaplikasikan Pupuk Jagung

Pemilihan jenis pupuk yang baik memang cukup penting dan harus terlebih dahulu dipertimbangkan. Lantas,setelah proses pemilihan pupuk berhasil dilalui, langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara yang baik dalam mengaplikasikan pupuk agar lebih efektif.

Setiap pupuk juga memiliki dosis yang berbeda karena kandungan zat hara yang dimiliki pun berbeda. Berikut daftar dosis dari pupuk yang dapat digunakan:

  • Penggunaan jenis pupuk urea hanya memerlukan dosis sekitar 350 kilogram per hektarnya.
  • Penggunaan jenis pupuk SP-36 hanya memerlukan dosis sekitar 200 kilogram per hektarnya.
  • Penggunaan jenis pupuk KCL hanya memerlukan dosis sekitar 100 kilogram per hektarnya.
  • Penggunaan jenis pupuk ZA hanya memerlukan dosis sekitar 50 kilogram per hektarnya.
  • Penggunaan pupuk NPK 15 hanya memerlukan dosis sekitar 400 kilogram per hektarnya.
BACA JUGA:   Jenis, Manfaat dan Gambar Bunga Aster Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Dalam setiap pemakaian jenis-jenis pupuk di atas usahakan untuk selalu mengikuti aturan atau tata cara penggunaan yang baik agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain penggunaan pupuk cair dengan dosis yang telah ditentukan tersebut, Anda juga harus menyiapkan hal-hal yang juga tak kalah pentingnya untuk pertumbuhan tanaman jagung.Berikut informasi tambahan yang tak kalah pentingnya.

Tips Agar Penggunaan Pupuk Lebih Optimal

Tanaman jagung akan tumbuh dengan baik dan optimal hingga mampu menghasilkan hasil panen yang melimpah apa bila Anda juga memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Kualitas Tanah

Seperti halnya jenis tanaman ubi kayu, jagung juga termasuk ke dalam jenis tanaman yang cukup besar kebutuhan nutrisinya. Hal ini disebabkan karena jagung membutuhkan energi yang besar agar mampu menghasilkan buah.

Tingginya kebutuhan nutrisi pada jenis tanaman jagung cukup dipengaruhi oleh jenis tanah yang mempunyai tingkat kesuburan tinggi.

Apabila tanah pada lahan pertanian cenderung keras dan tidak subur, maka harapan untuk memiliki hasil panen melimpah juga relatif kecil. Meski umumnya jagung dapat ditanam pada semua jenis tanah, namun hal tersebut akan cukup mustahil untuk mencapai panen melimpah.

Bagi Anda yang berniat menanam jagung dan menginginkan hasil melimpah, jangan lupa untuk memperhatikan tanah yang subur.

Ciri-ciri tanah yang subur biasanya akan terlihat gembur teksturnya karena memiliki lubang udara yang relevan, sehingga akar-akar pada tanaman akan lebih mudah menyimpan air, mineral maupun zat unsur hara yang terdapat dalam tanah. Jangan lupa untuk mengukur pH tanah, pH tanah yang baik haruslah normal dengan kisaran angka 5,8 hingga 7.

2. Tekanan Cahaya

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai iklim tropis yang arti kebutuhan dari sinar matahari cukup mudah didapatkan.

BACA JUGA:   11 Jenis Bunga Lili dan Lengkap dengan Penjelasannya

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman yang membutuhkan tekanan cahaya tinggi dari matahari, setidaknya tanaman jagung harus mendapatkan tekanan sinar matahari kurang lebih 8 jam.

Hindari penanaman tanaman jagung yang terlalu dekat atau kurang berjarak. Usahakan setiap tanaman jagung memiliki jarak sekitar 20 hingga 25 cm dengan jarak antara barisnya sekitar 70 hingga 75 cm.

3. Iklim

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman yang akan tumbuh subur pada negara yang mempunyai iklim subtropis, tanaman jagung akan mampu tumbuh optimal dengan suhu mencapai 20 hingga 25 derajat celcius.

Meskipun Indonesia termasuk jenis negara tropis, Anda masih dapat menanam tanaman yang satu ini dengan baik apabila lahan lokasi terbilang ideal bagi tanaman jagung dengan curah hujan sekitar 1000 hingga 24000 mm.

4. Kebutuhan Air

Jagung termasuk salah satu jenis tanaman yang banyak membutuhkan air agar tanaman jagung mampu tumbuh dengan sehat. Apabila tanaman jagung mengalami kekurangan air, maka dampaknya tanaman tersebut akan terhambat proses penyerbukannya.

Hal tersebut dikarenakan tekanan dari air begitu diperlukan ketika proses penyerbukan berlangsung. Namun meski demikian, bukan berarti pemberian air dalam prosesnya tidak dilandasi dengan aturan. Pemberian air pada tanaman jagung haruslah melihat kondisi dari hal-hal berikut ini:

  • Usia Tanaman jagung

Pemberian pasokan air pada tanaman jagung harus melihat usia tanaman tersebut. Umumnya jagung yang usianya telah dewasa akan membutuhkan pasokan air lebih banyak jika dibandingkan dengan jagung yang usianya cenderung masih muda.

Hal tersebut dipengaruhi oleh ukuran dari daun-daun jagung dewasa yang lebih besar, sehingga air akan lebih mudah menguap. Selain itu masa reproduksi yang terjadi ketika tanaman jagung telah dewasa membuatnya membutuhkan banyak air.

  • Varietas Jagung

Pada jenis jagung yang memiliki masa panen cukup lama tentunya akan membutuhkan kandungan air lebih banyak, jika dibandingkan dengan varietas jagung yang masa panennya cenderung cepat.

  • Kondisi Cuaca

Ketika menanam jagung saat musim kemarau melanda, otomatis kebutuhan air yang diperlukan akan lebih banyak karena ketika musim kemarau air akan cepat menguap oleh udara dan juga matahari.

  • Kualitas Tanah

Jenis tanah yang dicangkul akan menyebabkan dampak yang kurang baik. Salah satu contoh dari dampak tersebut adalah berkurangnya kelembapan pada tanah, yang terjadi akibat lapisan bawah tanah yang terpapar oleh sinar matahari.

BACA JUGA:   Pupuk Cabai: Panduan Pemupukan Dasar Hingga Susulan yang Benar!

Mengontrol kebutuhan air pada tanaman jagung tentu sangatlah penting, namun bukan berarti Anda memberikan dosis air yang berlebihan hingga menggenang ya.

Karena apabila lapisan air sampai menggenang akan membuat tanah menjadi liat atau pekat. Pada jenis tanah pekat adalah jenis tanah yang amat disukai oleh bakteri-bakteri anaerob seperti patogenik yang dapat menimbulkan penyakit.

Nah begitulah jenis-jenis pupuk terbaik untuk tanaman jagung hingga tips atau informasi penting tambahan yang perlu Anda ketahui. Apabila menginginkan hasil panen melimpah, maka informasi di atas dapat Andapraktekan di ladang pertanian. Selamat mencoba!