RAHASIA!! Pupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah dan Lebat

Pupuk Buah Naga – Buah naga atau dragon fruit merupakan salah satu jenis buah yang kini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.

Oleh sebab itu, tidak heran saat ini banyak petani yang membudidayakan pohon buah tersebut karena terbukti tinggi permintaan dari pasar. Selain itu, buah naga semakin wajib untuk dibudidayakan karena jenis tanaman ini cocok tumbuh di iklim Indonesia.

Buah naga dapat menjadi pilihan agrobisnis karena menawarkan masa depan yang sangat cerah. Oleh karena itu, membudidayakan buah naga menjadi peluang bisnis yang sangat bagus dan perlu dicoba.

Tentu saja, Anda harus mengetahui jenis pupuk buah naga yang baik agar bisa membudidayakan buah naga dengan maksimal. Dengan perawatan dan pemupukan yang baik, maka buah naga bisa tumbuh dengan optimal dan produksi buah pun akan semakin maksimal.

Syarat Agar Buah Naga Tumbuh degan Baik

Buah naga cocok dikembangkan pada wilayah yang mempunyai iklim tropis. Jadi, wilayah Indonesia sangatlah cocok untuk membudidayakannya. Agar bisa tumbuh dan berbuah dengan baik, maka ada syarat tumbuh yang wajib dipenuhi, diantaranya:

1. Iklim

Tanaman buah naga dapat tumbuh dengan baik pada kondisi lingkungan yang kering daripada kondisi lembap atau basah. Meski demikian, buah naga masih tetap dapat tumbuh saat curah hujan tinggi atau sekitar 1.000-1.300 mm per tahunnya.

Selain itu, pohon buah naga juga sangat membutuhkan sinar matahari sehari penuh. Sementara itu, suhu udara paling ideal untuk buah naga yaitu berkisar 26-36 °C dan kelembapan 70-90%.

2. Ketinggian dan Kondisi Tanah

Buah naga bisa tumbuh dengan baik meskipun pada tanah yang kurang subur, relatif masam, tanah bergaram, hingga tanah yang kekurangan air. Buah naga mampu tumbuh baik dalam kondisi air tanah yang mendekati titik layu.

Ketinggian paling ideal untuk pertumbuhan buah naga adalah dataran rendah 0-500 mdpl. Namun, hal ini tergantung dari jenis pohon buah naga yang ditanam. Pada ketinggian lebih dari 500 meter, hasil buah naga merah dan putih yang dipanen biasanya rasanya kurang manis. Sementara itu, buah naga kuning justru cocok ditanam pada ketinggian di atas 800 mdpl.

BACA JUGA:   10 Manfaat Pupuk Kiserit untuk Kelapa Sawit yang Luar Biasa!

Pupuk Buah Naga

Rahasia agar Buah Naga Cepat berbuah

Membudidayakan buah naga sebenarnya cukup mudah dilakukan jika sudah mengetahui tekniknya. Oleh karena itu, Anda yang ingin membudidayakan buah naga harus menguasai teknik berikut ini:

1. Media Tanam

Pohon buah naga membutuhkan media tanah yang berpasir dan kaya akan bahan organik. Untuk itu, Anda bisa membuat media tanam buah naga dari campuran bata merah, pasir, dan bahan organik seperti pupuk kandang, kompos, dan sekam.

Menyiapkan media tanam yang baik sangat wajib dilakukan agar tanaman buah naga bisa tumbuh optimal dan cepat berbuah. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan drainase agar tidak terjadi genangan air, terutama saat musim hujan.

2. Penyiraman

Tanaman buah naga adalah jenis pohon tidak membutuhkan banyak penyiraman air. Penyiraman perlu dilakukan ketika musim kemarau, yaitu hanya 1 kali saja dalam seminggu, baik waktu pagi atau pun sore hari.

Penyiraman sebaiknya tidak dilakukan ketika siang hari karena bisa menyebabkan batang tanaman menjadi menguning, bahkan membusuk. Saat pohon buah naga mulai berbunga serta berbuah, intensitas penyiraman harus segera dikurangi supaya pertumbuhan tunas menjadi lambat dan terhenti.

Penyiraman hanya cukup dilakukan 2 minggu sekali saja. Hal ini dilakukan ketika 30% dari seluruh populasi pohon buah naga yang ditanam telah mulai muncul kuncup bunga. Jika ukuran buah naga sudah semakin besar seukuran kepalan tangan, sebaiknya penyiraman dihentikan.

3. Pemupukan

Pohon buah naga hanya cukup diberi pupuk kandang saja, baik itu kotoran kambing atau kotoran sapi. Perlu Anda ketahui bahwa tanaman buah naga ini cukup rakus terhadap pupuk. Oleh karena itu, pemupukan membutuhkan hingga satu karung pupuk kandang pada setiap pohon. Sebaiknya, hindari pemakaian pupuk urea karena bisa mengakibatkan terjadinya pembusukan pohon.

4. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan keseimbangan dalam proses pembuahan. Pemangkasan ini dilakukan secara berkala pada dahan-dahan pohon buah naga yang tidak produktif.

BACA JUGA:   Full! Cara Membuat Pupuk Kandang Kambing Best Quality 100% Organik!

Pupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah dan Lebat

Agar pohon buah naga yang ditanam bisa cepat berbuah, ikutilah tips berikut:

1. Pupuk Dasar

Pupuk dasar diaplikasikan pada awal penanaman buah naga. Pupuk dasar ini berupa pupuk NPK dengan menggunakan dosis 20 gram setiap pohon buah naga. Selain itu, pohon buah naga juga harus diberi pupuk organik dengan dosis 125 gram per tanaman.

2. Pupuk Lanjutan

Pupuk lanjutan diberikan ketika tanaman buah naga berusia 1-6 bulan dan di atas 7 bulan. Saat usia 1-6 bulan, pupuk yang diaplikasikan adalah NPK 15 : 15 : 15 dengan dosis 25 gram per tanaman serta pupuk kandang dengan takaran 125 gram per tanaman. Pemberian pupuk ini dilakukan secara selang-seling untuk setiap 2 bulan sekali.

Sementara pada tanaman yang sudahberusia7 bulan lebih, maka lakukan pemupukan yang sama, yaitu menggunakan pupuk NPK 15 : 15 : 15, namun dengan dosis yang berbeda. Dosis yang diberikan yaitu NPK 50 gram per tanaman dan pupuk kandang 125 gram per tanaman. Pengaplikasiannya juga dilakukan secara selang-seling setiap 2 bulan sekali.

3. Pupuk Berimbang

Saat tanaman telah pada fase berbunga dan berbuah, perlu dilakukan pemupukan yang berimbang. Pupuk dengan kandungan unsur fosfor (P) serta kalium (K) lebih dibutuhkan dibandingkan unsur nitrogen (N).

Jenis pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk NPK 13 : 13 : 21 dengan dosis 75 gram per tanaman serta pupuk kandang dengan dosis 125 gram per tanaman. Pemupukan untuk memacu pertumbuhan bunga dilakukan setiap satu bulan sekali setelah pengaplikasian pupuk dasar.

Rahasia Supaya Pohon Buah Naga Rajin Berbuah

Berikut ini adalah beberapa tips yang wajib Anda lakukan supaya pohon buah naga bisa lebih rajin berbuah lebat :

  • Setelah tiga bulan menanam pohon buah naga, lakukan pemotongan pada ujung batang sebanyak 5-10 cm. Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan cabang produksi. Cukup pertahankan 2 bunga saja di setiap cabang, yaitu dengan jarak sekitar 30 cm antar bunga. Jika perlu, semprotkan hormon GA3 dengan dosis 50-70 ppm.
  • Untuk meningkatkan pembuahan buah naga juga bisa dilakukan dengan penyemprotan hormon giberelin dosis 10%. Caranya adalah dengan melarutkan 1 gram Giberelin ke dalam air sebanyak 2 liter. Penyemprotan hormon ini dilakukan sebanyak 2 kali ke bagian pentil buah yang sudah muncul, tepatnya 2-3 hari setelah kuntum bunga layu.
  • Ketika buah berumur 35 hari, maka buah akan tampak membesar dengan ukuran sekitar 150 gram dan warna kulitnya masih kehijauan. Dalam fase ini, lakukan penyemprotan ulang dengan memanfaatkan hormon. Dosis yang diberikan pun masih sama seperti penyemprotan di awal pembuahan.
BACA JUGA:   Pupuk Amonium Fosfat: Karakteristik, Manfaat untuk Tanaman & Jenis

Ciri Buah Naga Siap Panen

Lantas, bagaimanakah ciri-ciri buah naga yang sudah siap untuk dipanen? Buah naga bisa dipanen 50-55 hari setelah berbunga dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kulit buah terlihat mengkilap dan ada perubahan warna hijau menjadi warna merah.
  • Ukuran mahkota buah mulai mengecil.
  • Ujung pangkal buah berubah menjadi kering atau keriput.
  • Buah naga bulat sempurna dan berukuran besar sekitar 400-600 gram.

Perlu Anda ketahui bahwa pohon buah naga bisa berbuah hingga usia sekitar 10 tahun. Nah, waktu panen yang baik adalah dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 06.00-09.00 atau pada sore hari pukul 15.00-17.00. Pemanenan buah naga dilakukan ketika cuaca cerah dan sedang tidak hujan supaya kondisi buah naga tetap awet serta tidak mudah busuk.