Cara Mengatasi Murai Batu Lomba yang Sering Ngebetmen

Ngebetmen adalah kondisi ketika murai batu kerap membuka sayap lebar-lebar saat bertemu musuhnya. Dalam kondisi tertentu, ngebetmen kadang disertai dengan perilaku burung yang ngeruji maupun berdiam diri di dasar sangkar (ngebetem) sambil ngeriwik pelan. Berikut cara mengatasi murai batu lomba yang sering ngebetmen.

Perilaku murai batu yang disebut ngebetmen atau ngelowo ini, pada dasarnya sudah merupakan sifat alami dari burung yang berkarakter petarung. Kondisi yang sama bisa ditemukan pada burung kacer dengan sifat mbagongnya. Secara umum, perilaku ini muncul ketika naluri teritorialnya muncul, namun burung sedang berada dalam kondisi yang tidak fit.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan murai batu berperilaku ngebetmen ketika bertemu lawan mainnya dalam sebuah latihan atau lomba, yaitu:

  • Birahi yang terlalu tinggi atau over birahi (OB)
  • Murai batu yang ngedrop karena kalah mental saat mendapati lawan mainnya yang terlalu agresif
  • Burung yang kurang fit namun dipaksakan untuk ikut lomba misalnya saat masih dorong sayap/ekor, mabung belum tuntas, dsb
  • Penjemuran yang terlalu lama / berlebihan
  • Burung yang terlalu dimanja atau jinak
  • Burung jarang atau tidak pernah diberikan asupan multivitamin untuk menjaga kondisi dan staminanya.
  • Sudah menjadi sifat bawaan dari burung murai batu tersebut

Untuk mengatasi murai batu lomba yang kerap ngebetmen, maka perawatan yang diterapkan bisa dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

A. Jika ngebetmen disebabkan oleh faktor over birahi 

Burung murai batu yang terlalu birahi (OB), ketika dilombakan akan cenderung berperilaku ngebetmen. Untuk itu, sebelum mengajaknya kembali untuk dilombakan, maka murai batu tersebut harus mendapatkan terapi penenangan terlebih dahulu.

Terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi burung murai batu yang alami over birahi adalah:

  • Rutin melakukan pengembunan setiap pagi
  • Mengurangi porsi pakan tambahan (EF), terutama yang dapat memicu birahinya seperti jangkrik. Selama terapi, murai batu tersebut diberikan juga pakan tambahan yang lain seperti cacing tanah atau ulat bambu yang diberikan setiap pagi dan sore hari.
  • Burung dilatih dalam kandang umbaran setiap hari / diumbar.
  • Mengurangi durasi penjemuran.
  • Memberikan tambahan suplemen selama masa terapi untuk mempercepat pemulihannya.
BACA JUGA:   Penyebab Dan Cara Mengatasi Murai Batu Kurang Ngotot Saat Berkicau

B. Jika ngebetmen disebabkan faktor mental

Perawatan yang berbeda diterapkan ketika perilaku ngebetmen disebabkan oleh faktor mental, seperti ngedrop atau kalah mental. Untuk itu, pemberian pakan yang tinggi protein sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihannya. Berikan pakan tambahan seperti jangkrik dan kroto dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya.

Selama pemulihan, murai batu tersebut tidak boleh dipertemukan atau digantung berdekatan dengan burung sejenis. Hal ini bertujuan untuk memunculkan kembali naluri teritorial terhadap lingkungannya, serta untuk mendukung pemulihan mental dan sifat tarungnya.

Untuk membantu mempercepat pemulihannya, pemberian suplemen bisa dilakukan untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya. Suplemen yang baik tidak hanya mampu meningkatkan nilai gizi saja, melainkan juga bisa memberikan banyak manfaat yang baik untuk burung.

Semoga bermanfaat