Daftar Harga Tiket MRT Terbaru 2021

Kemacetan adalah hal yang sangat ditakuti oleh semua warga ibukota. Semakin hari semakin banyak yang  menggunakan kendaraan bermotor, seiring dengan pertumbuhan penduduk kota tersebut dan juga para pendatang dari kota lain.

Apalagi dalam situasi anda sedang terburu buru, sudah lama banyak juga bahan bakar yang nantinya anda keluarkan, tambah pengeluaran lagi.

Berbagai kebijakan sudah banyak diterapkan pemerintah dalam mengatasi hal ini, mulai dari sistem three in one  sampai kebijakan yang melarang penduduk kota jakarta memiliki kendaraan lebih dari 3. Karena kota nya sendiri sudah penuh dengan kendaraan bermotor setiap harinya.

Kalau dibiarkan begitu saja tentu tidak hanya kemacetan yang terjadi, polusi udara pun, semakin hari kian memburuk karena ulah gas carbonmonoksida yang terperangkap di lapisan ozon bumi kita.

Namun akhirnya pemerintah menemukan sebuah solusi untuk menangani kemacetan tersebut, yaitu dengan diadakannya sebuah transportasi bawah tanah, yang bernama MRT.

Apa Itu MRT ?

MRT yang merupakan kepanjangan dari Moda Raya Terpadu Jakarta seperti ulasan dari alamatbank.net . atau dalam bahasa inggris disebut dengan Jakarta Mass Rapid Transit, adalah sebuah sistem transportasi transit cepat berbasis kereta rel yang ditenagai oleh arus listrik di Jakarta.

Proses pembangunan MRT jakarta telah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2014 dan diresmikan  oleh pemerintah pada tanggal 24 September 2020.

Layanan MRT Jakarta ini diberi nama “Ratangga”. Kata ratangga merupakan kata yang diambil dari bahasa Jawa Kuno yang berarti “kendaraan beroda” atau “kereta”.

Kereta listrik ini memiliki Operator layanan yang bekerja sama dengan pemerintah, yaitu PT MRT Jakarta, yang merupakan badan usaha milik daerah yang modalnya dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejarah Dibangun MRT Di Jakarta

Seperti yang kita ketahui, Jakarta adalah ibu kota Indonesia dengan penduduk sebanyak 10 juta jiwa.

Diperkirakan bahwa lebih dari empat juta penduduk entah itu pendatang atau warga asli yang tinggal di daerah sekitar Jabodetabek, yang setiap harinya menempuh perjalanan ke dan dari kota untuk kerja ataupun beraktivitas.

Masalah transportasi semakin mulai menarik perhatian politik terutama pemerintah dan telah diprediksikan bahwa tanpa terobosan transportasi utama, kemacetan akan membanjiri kota dan akan menjadi kemacetan lalu lintas yang sangat parah.

Sehingga kendaraan tidak bisa bergerak bahkan pada saat baru keluar dari garasi rumah pada tahun 2020 nanti.

Mulai pada tahun 1980 lebih dari dua puluh lima studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta.

Salah satu alasan utama yang menunda penanggulangan masalah ini adalah krisis ekonomi dan politik antara tahun 1997 sampai 1999.

Transportasi umum di Jakarta saat ini hanya melayani 56% perjalanan yang dilakukan oleh komuter sehari-hari.

Tentu angka tersebut masih tergolong kecil dan perlu ditingkatkan, mengingat Jakarta adalah kota dengan tingkat rata-rata pertumbuhan kendaraan bermotor sebesar 9,5% per tahunnya yang jauh melebihi panjang jalan dengan kenaikan hanya sebesar 0,01% antara tahun 2005 dan 2010.

Transportasi umum di Jakarta sebelum ada MRT, hanya terdapat berbagai jenis bus, mulai dari bemo yang sangat kecil, mikrolet yang sedikit lebih besar, hingga mikrobus seperti MetroMini dan Kopaja.

Selain bus kota ukuran penuh serta sistem angkutan cepat bus Transjakarta. Terdapat juga taksi dengan roda dua (ojek) dan empat serta sistem Kereta Commuter Indonesia. Transportasi umum tersebut dirasa masih kurang, melihat penduduk yang sangat banyak di kota Jakarta.

Kenapa Harus Naik MRT ?

Pertanyaan tersebut pasti muncul dibenak anda, ” Kenapa harus naik MRT, kan ada mobil, Bus, motor, dan alat transportasi lain ” selain kendaraan tersebut, juga kan sudah ada transjakarta yang juga program pemerintah.

Jangan salah, meski ada beberapa opsi untuk memilih kendaraan lain yang dirasa anda lebih nyaman, MRT memiliki kelebihan sendiri loh, nah apa itu kelebihannya, simak penjelasannya berikut ini.

BACA JUGA:   Daftar Harga Printer Brother Terbaru 2021

1. MRT Jakarta Lebih Murah Dibanding Transportasi Lain

Manfaat pertama yang bisa anda rasakan ketika rutin menggunakan MRT adalah pada hal biaya, yang bisa dibilang sangatlah murah

Sebagai gambaran singkat kalau anda tinggal di kawasan Jakarta Selatan seperti di Lebak Bulus, Pondok Pinang ataupun Cilandak, anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 14.000,00 untuk bisa sampai ke Bundaran HI.

Coba kita bandingkan dengan transportasi lain seperti ojek online yang harganya bisa tembus lebih dari Rp 30 ribu. lebih murah bisa sampai 50 persen per hari, lumayan kan bisa sangat menghemat pengeluaran anda.

2. Menjaga Bumi Dengan Mengurangi Polusi Udara Di Jakarta

Selain masalah kemacetan yang menjadi momok permasalahan ibukota, DKI Jakarta juga mengalami permasalahan yang lumayan serius dari sisi kualitas udara.

Belum lama ini sebuah studi menyatakan bahwa Jakarta masuk ke dalam jajaran kota dengan polusi terburuk setelah India, yang dimana hal tersebut masuk ke 10 kota dengan polusi terburuk dunia.

Selain itu, Ibu Kota Indonesia ini menyabet gelar wilayah dengan kualitas udara gak sehat dengan nilai 194 dari US Air Index Quality baru baru ini, sungguh miris bukan ?

Dengan anda memilih transportasi ini, secara tidak langsung anda sudah ikut berkontribusi untuk menjaga bumi, meski dengan hal kecil seperti ini.

Dan apa bila banyak masyarakat yang juga lebih memilih transportasi ini, daripada transportasi lain tentu masalah polusi udara dijakarta pun akan membaik.

3. Lebih Cepat Dibandingkan Dengan Transportasi Lain

Hal ini justru akan sangat menguntungkan bagi anda, melihat ibu kota yang sudah terkenal dengan kemacetannya, membuat anda sering telat saat berangkat ke kantor ataupun ke sekolah, nah dengan anda memilih transportasi jenis ini anda bisa sampai tepat waktu.

Hal ini di buktikan dengan MRT Jakarta fase I dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus dapat ditempuh dalam waktu singkat. Penumpang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk jarak sepanjang 16 Km.

Pada saat uji coba, kereta melaju dengan kisaran kecepatan 100 kilometer per jam saat berada di bawah permukaan tanah, dan 80 kilometer per jam di atas permukaan tanah.

Rangkaian jadwal kereta MRT pun muncul setiap 10 menit sekali, dan bahkan rencananya akan dijadwalkan berangkat setiap lima menit sekali saat jam sibuk. Hal ini tentu bisa menghindari pengguna layanan MRT dari keterlambatan karena terlalu lama menunggu di stasiun.

Fase pertama ini nantinya akan melewati 13 stasiun. Di antaranya Bundaran HI, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, Dukuh Atas, Setiabudi, Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, hingga transit terakhir di stasiun Lebak Bulus.

4. Rute Baru Akan Dikerjakan

Nah bagi rumah anda ataupun tujuan anda tidak tercantum dalam rute pada fase pertama, jangan khawatir, karena rute baru fase kedua aka segera dikerjakan, jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan transportasi ramah lingkungan ini.

Melihat suksesnya MRT fase I yang menghubungkan Bundaran HI-Lebak Bulus selesai dibangun dan sudah beroperasi,  pembangunan MRT fase II, III dan IV akan segera dikerjakan.

MRT fase II nantinya akan menghubungkan dari Bundaran HI ke Kampung Bandan. MRT fase III akan menghubungkan dari Cikarang ke Balareja, sedangkan MRT fase IV masih belum diketahui pasti rutenya.

Pembangunan fase II akan dimulai pada September 2020, menyusul pengoperasian MRT fase I dengan rute Bundaran HI ke Lebak Bulus. Kemudian pembangunan MRT fase selanjutnya akan menyusul dalam dua tahun mendatang.

Jadi buat anda yang butuh mobilisasi tapi perjalanan anda tidak ada dalam tujuan di dase pertama, tidak perlu khawatir karena bisa segera menggunakan kereta MRT fase kedua pada bulan Maret mendatang.

BACA JUGA:   Daftar Harga Tiket Masuk Go Wet Terbaru 2021

Cara Naik MRT dan Cara Membeli Tiket MRT

Nah bagi anda yang ingin mencoba naik kereta MRT ini, tidak perlu khawatir, karena cara cara nya pun cukup mudah, dan sudah standar internasional loh, bahkan lebih praktis dari kita naik kereta biasa.

  • Masuk ke Stasiun MRT Jakarta terdekat.
  • Cari tempat Loket atau Ticket Vending Machine (TVM)
  • Anda akan disuguhkan dengan pilihan Single Trip Ticket (STT) atau Multi Trip Ticket (MTT), pilih sesuai kebutuhan ya..
  • Setelah mendapatkan tiketnya, tempelkan tiket MRT (tap in) di gerbang masuk penumpang.
  • Tunggu hingga MRT datang, mengantrelah di belakang garis aman yang sudah ditetapkan pada peron stasiun.
  • Dahulukan penumpang turun terlebih dahulu, sebelum anda masuk ke dalam kereta.
  • Masuk kereta dengan tertib, dan patuhi semua peraturan saat berada dalam kereta.
  • Setelah tiba di stasiun tujuan anda, tempelkan kembali tiket MRT (tap out) di gerbang keluar.
  • Keluar Stasiun.

Jenis Jenis Tiket / Kartu Jelajah MRT

Tiket MRT Jakarta disebut dengan Kartu Jelajah, kartu tersebut diproduksi dan dikeluarkan oleh PT MRT Jakarta. Kartu Jelajah ini terdiri dari 2 jenis, yakni Kartu MRT Single Trip dan Kartu MRT Multi Trip.

Perbedaan Kartu MRT Single Trip dan Kartu MRT Multi Trip adalah:

  • Kartu MRT Single Trip: Kartu hanya untuk perjalanan sekali jalan dan masih bisa digunakan atau berlaku untuk 7 hari, dengan harus mengisi saldo (top up) saat ingin berangkat.
  • Kartu MRT Multi Trip: Kartu dapat digunakan lebih dari satu kali dan apabila saldo habis, dapat diisi saldo (top up) dengan masa berlaku kartu lebih lama.

Selain dengan Kartu Jelajah yang dikeluarkan MRT Jakarta, untuk menggunakan MRT ini bisa dengan kartu uang elektronik bank, seperti:

  • e-Money Mandiri
  • Brizzi BRI
  • TapCash BNI.
  • Flazz BCA

Harga Tiket Telah Terbit

Pascaperesmian MRT di Jakarta, harga tiket MRT Jakarta akhirnya ditetapkan oleh moda transportasi mass rapid transit tersebut pada pekan lalu. Seperti yang kita ketahui, MRT pertama di Indonesia ini, diresmikan oleh Presiden kita Joko Widodo pada tanggal 24 September 2020.

Sebelum harga tersebut ditetapkan, MRT telah melakukan uji coba pada tanggal 12 – 23 September 2020.

Selama uji coba tersebut, masyarakat yang penasaran dengan moda transportasi terbaru ibu kota ini gak perlu mengeluarkan biaya sama sekali buat beli tiket MRT Jakarta karena pada saat uji coba, MRT di gratiskan.

Antusias dari warga masyarakat pun cukup baik menyambut transportasi baru, yang nantinya bisa mengurangi sedikit masalah kemacetan dijakarta, Hal ini dibuktikan  dengan banyak orang yang terlihat memadati stasiun-stasiun MRT.

Kapan lagi kan bisa naik kereta terbaru dengan cuma-cuma?

Setelah uji coba tersebut berakhir, kini kamu yang ingin menggunakan jasa MRT Jakarta, harus mengeluarkan uang buat membeli tiketnya. Nah berikut ini rincian daftar harga tiket MRT Jakarta yang sah ditetapkan.

Daftar Harga Tiket MRT

Harga tiket MRT terbilang sangatlah murah, kita hanya perlu membayar sebesar Rp 3000 pada setasiun awal kita mau berangkat, dan membayar biaya tambahan sebesar Rp 1000 per stasiun berikutnya yang kita lewati. Dan jarak terjauhnya janya mencapai Rp 14.000.

Harga tersebut telah resmi disepakati oleh Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta, bersama Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi. Harga tersebut berlaku mulai 1 September 2020 sampai ketentuan berikutnya apabila ada kenaikan.

Dan untuk harga pastinya, telah kami rangkum dalam tabel berikut ini.

Berangkat Dari Lebak Bulus

Dari Ke Harga
Lebak Bulus Bundaran HI Rp14.000
Lebak Bulus Dukuh Atas Rp14.000
Lebak Bulus Setia Budi Rp13.000
Lebak Bulus Bendungan Hilir Rp12.000
Lebak Bulus Istora Rp11.000
Lebak Bulus Senayan Rp10.000
Lebak Bulus Sisingamangaraja Rp9.000
Lebak Bulus Blok M Rp8.000
Lebak Bulus Blok A Rp7.000
Lebak Bulus Haji Nawi Rp6.000
Lebak Bulus Cipete Raya Rp5.000
Lebak Bulus Fatmawati Rp4.000
BACA JUGA:   Daftar Harga Tiket Masuk GWK Bali Terbaru 2021

Berangkat Dari Bundaran HI

Dari Ke Harga
Bundaran HI Lebak Bulus Rp14.000
Bundaran HI Fatmawati Rp13.000
Bundaran HI Cipete Raya Rp11.000
Bundaran HI Haji Nawi Rp10.000
Bundaran HI Blok A Rp9.000
Bundaran HI Blok M Rp8.000
Bundaran HI Sisingamangaraja Rp7.000
Bundaran HI Senayan Rp6.000
Bundaran HI Istora Rp5.000
Bundaran HI Bendungan Hilir Rp4.000
Bundaran HI Setia Budi Rp4.000
Bundaran HI Dukuh Atas Rp3.000

Berangkat Dari Fatmawati

Dari Ke Harga
Fatmawati Bundaran HI Rp13.000
Fatmawati Dukuh Atas Rp12.000
Fatmawati Setiabudi Rp11.000
Fatmawati Istora Rp9.000
Fatmawati Senayan Rp9.000
Fatmawati Sisingamangaraja Rp7.000
Fatmawati Blok M Rp7.000
Fatmawati Blok A Rp6.000
Fatmawati Haji Nawi Rp5.000
Fatmawati Cipete Raya Rp4.000

Berangkat Dari Cipete Raya

Dari Ke Harga
Cipete Raya Bundaran HI Rp11.000
Cipete Raya Dukuh Atas Rp10.000
Cipete Raya Setiabudi Rp9.000
Cipete Raya Bendungan Hilir Rp9.000
Cipete Raya Istora Rp8.000
Cipete Raya Senayan Rp7.000
Cipete Raya Sisingamangaraja Rp6.000
Cipete raya Blok M Rp5.000
Cipete Raya Blok A Rp4.000
Cipete Raya Haji Nawi Rp3.000

Berangkat Dari Haji Nawi

Dari Ke Harga
Haji Nawi Bundaran HI Rp10.000
Haji Nawi Dukuh Atas Rp9.000
Haji Nawi Setiabudi Rp8.000
Haji Nawi Bendungan Hilir Rp8.000
Haji Nawi Istora Rp7.000
Haji Nawi Senayan Rp6.000
Haji Nawi Sisingamangaraja Rp5.000
Haji Nawi Blok M Rp4.000
Haji Nawi Blok A Rp3.000

Berangkat Dari Blok A

Dari Ke Harga
Blok A Bundaran HI Rp9.000
Blok A Dukuh Atas Rp8.000
Blok A Setiabudi Rp7.000
Blok A Bendungan Hilir Rp7.000
Blok A Istora Rp6.000
Blok A Senayan Rp5.000
Blok A Sisingamangaraja Rp4.000
Blok A Blok M Rp3.000

Berangkat Dari Blok M

Dari Ke Harga
Blok M Bundaran HI Rp8.000
Blok M Dukuh Atas Rp7.000
Blok M Setiabudi Rp6.000
Blok M Bendungan Hilir Rp6.000
Blok M Istora Rp5.000
Blok M Senayan Rp4.000
Blok M Sisingamangaraja Rp3.000

Berangkat Dari Sisingamangaraja

Dari Ke Harga
Sisingamangaraja Bundaran HI Rp7.000
Sisingamangaraja Dukuh Atas Rp7.000
Sisingamangaraja Setiabudi Rp6.000
Sisingamangaraja Bendungan Hilir Rp5.000
Sisingamangaraja Istora Rp4.000
Sisingamangaraja Senayan Rp3.000

Berangkat Dari Senayan

Dari Ke Harga
Senayan Bundaran HI Rp6.000
Senayan Dukuh Atas Rp5.000
Senayan Setiabudi Rp4.000
Senayan Bendungan Hilir Rp4.000
Senayan Istora Rp3.000

Berangkat Dari Istora

Dari Ke Harga
Istora Bundaran HI Rp5.000
Istora Dukuh Atas Rp4.000
Istora Setiabudi Rp3.000
Istora Bendungan Hilir Rp3.000

Berangkat Dari Bendungan Hilir

Dari Ke Harga
Bendungan Hilir Bundaran HI Rp4.000
Bendungan Hilir Dukuh Atas Rp3.000
Bendungan Hilir Setiabudi Rp3.000

Berangkat Dari Setiabudi Dan Dukuh Atas

Dari Ke Harga
Setiabudi Bundaran HI Rp4.000
Setiabudi Dukuh Atas Rp3.000
Dukuh Atas Bundaran HI Rp3.000

Nah itulah daftar harga tiket naik MRT dengan menggunakan kartu jelajah, ayo rasakan kenyamanan naik MRT jakarta, karena banyak manfaat yang akan kita dapatkan selain harga  murah seperti yang sudah kami sajikan diatas.

Nah sekian pembahasan mengenai daftar harga tiket MRT yang terbukti sangatlah murah namun kualitas yang diberikan tidak murahan. Sekian dan Terimakasih..